Titis, Perencana Keuangan Hilang di Kelapa Gading

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alemantis. twitter.com

    Alemantis. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perencana keuangan bernama Alemantis Syahludin atau biasa diapnghgil Titis, dilaporkan hilang sejak Sabtu sore. "Kami kehilangan kontak dengannya sejak kemarin, pukul 16.30 WIB," ujar salah satu rekannya, Meutia Dewi, saat dihubungi Tempo, Ahad, 16 Februari 2014.

    Perempuan berusia 39 tahun ini terakhir berkomunikasi dengan keluarga korban setelah menemui klien di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Habis dari sana, janjian dengan suaminya mau bertemu ke Cipinang, tapi mendadak membatalkan," ujar ia.

    Saat ini pihak keluarga dan rekan Alemantis telah berada di Polres Jakarta Utara untuk melaporkan kehilangannya. "Ya, saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi Titis orangnya tidak begitu (tiba-tiba membatalkan janji), kami tahu," ujarnya. "Suaminya telpon juga tak diangkat-angkat."

    Dewi sebelumnya diantar sang suami ke Mall Kelapa Gading sekitar pukul 12.00 WIB. Ia kemudian ditinggal sendiri untuk menyusul sore harinya menonton film di bilangan Cipinang. "Memang biasanya sendiri, naik taksi," ujarnya.

    Ia menyatakan Alemantis yang berambut sebahu terakhir keluar rumah mengenakan celana hitam dan blouse bercorak hijau. Foto terbarunya pun sudah banyak disiarkan lewat akun jejaring sosial.

    Dewi berharap bila ada seseorang yang mengetahui keberadaan Alemantis dapat segera menghubunginya di nomor 08161800084. Dewi kini sedang menemani suami Alemantis, Syahludin membuat laporan kehilangan di kantor polisi.

    M. ANDI PERDANA 

    Berita lain:
    Ustad Hariri Nyaris Lempar Mikrofon ke Bos Entis
    Relawan Kelud Terobos Zona Terlarang untuk Berfoto 
    Kerukunan Beragama Indonesia Dipamerkan di Eropa
    Gunung Anak Krakatau dalam Status Waspada
    Abu Kelud, MUI Diminta Serukan Warga Salat Istisqa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.