Narkoba Roger Danuarta, BNN Kejar Bandar Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Roger Danuarta saat menjawab pertanyaan media perihal tertangkap dirinya di Polsek Pulo Gadung, Jakarta (17/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Artis Roger Danuarta saat menjawab pertanyaan media perihal tertangkap dirinya di Polsek Pulo Gadung, Jakarta (17/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional Brigadir Jenderal Deddy Fauzi Elhakim mengatakan pihaknya memberantas dan mencegah peredaran narkoba di dalam masyarakat dengan cara mengejar bandar besar ataupun produsen yang beroperasi di Indonesia.

    "Artis atau warga biasa sama saja, bisa jadi korban narkoba juga, makanya akarnya yang harus dibasmi," kata dia kepada Tempo di ruangannya, Senin, 17 Februari 2014.

    Deddy menyatakan prihatin atas tertangkapnya selebritas Roger Danuarta di Pulogadung pada Ahad malam kemarin. "Itu artinya peredaran narkoba masih ada di mana-mana." Namun dia membantah bahwa ada jaringan narkoba khusus yang menyasar kalangan artis. "Narkoba itu bisa dari mana saja, asalnya pun bisa dari dalam Indonesia atau luar negeri," tuturnya.

    Jenis narkoba yang dikonsumsi artis pun, menurut Deddy, tidak memiliki kekhususan. "Memang ada kasus narkoba jenis baru seperti metilon, tapi bukan berarti narkoba baru atau yang harganya mahal hanya dikonsumsi oleh artis." Namun, dia menambahkan, faktor ketenaran artis yang tersangkut kasus narkoba seperti Roger Danuarta memang membuatnya lebih disorot masyarakat.

    Adapun Deddy menjelaskan, sampai 2013 lalu, ada 4,3 juta orang korban narkoba di Indonesia. "Indonesia bukan lagi jadi negara transit atau tujuan peredaran narkoba, tapi sudah jadi produsen." Namun, menurut dia, jenis narkoba yang diproduksi di Indonesia mayoritas merupakan narkoba sintetis, seperti sabu. "Diedarkannya juga di dalam negeri." Dia tidak menampik masih banyak jaringan narkoba internasional yang memasok barang ke Indonesia.

    Saat ini, kata Deddy, para korban narkoba, terutama pengguna, tidak harus dipenjarakan. "Cukup direhabilitasi sampai sembuh." Sebab, ujar dia, kalau semua pengguna narkoba yang tertangkap di penjara, yang terjadi justru peredaran narkoba akan marak di dalam penjara. "Jadi segmen pasar baru." Dengan menyembuhkan korban narkoba, kata dia, jumlah pengguna akan menurun dan narkoba tidak akan laku lagi di Indonesia.

    PRAGA UTAMA

    Terkait:
    Penyebab Roger Danuarta Ketahuan Teler
    Roger Danuarta Dibawa ke BNN
    Leony Lama Tak Kontak Roger Danuarta
    Siapa M, Pria Penyuntik Heroin ke Tangan Roger?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?