Selasa, 17 Juli 2018

BPPT: Vendor Wajib Ganti Komponen Bus TransJakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus Trans Jakarta baru dari China tiba di Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Jakarta Timur, (29/11). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang operasi busway di semua koridor dan akan menambah 400 armada pada 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebuah bus Trans Jakarta baru dari China tiba di Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, Jakarta Timur, (29/11). Pemerintah DKI menambah armada TransJakarta untuk menunjang operasi busway di semua koridor dan akan menambah 400 armada pada 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Vendor pengadaan bus baru TransJakarta bertanggung jawab untuk mengganti komponan bus TransJakarta yang rusak. "Kami sudah tentukan bahwa harus ada jaminan selama satu tahun. Kalau ada yang rusak komponennya, vendor wajib menggantinya," kata Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Prawoto dalam jumpa pers, Selasa, 18 Februari 2014, di kantor BPPT, Jakarta.(Baca: Busway Baru tapi Bekas Bahayakan Penumpang)

    Menurut Prawoto, dalam spesifikasi dan pendampingan teknis pengadaan bus TransJakarta oleh BPPT, pihaknya telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS). HPS, kata dia, dihitung berdasarkan daftar harga yang dikeluarkan pabrikan/distributor tunggal, biaya kontrak sebelumnya dengan mempertimbangkan faktor perubahan spesifikasi, serta inflasi tahun sebelumnya sesuai data resmi Bank Indonesia.

    Selain itu, HPS tersebut meliputi harga on the road, jaminan penuh selama satu tahun/100 ribu kilometer. "Vendor juga harus menyediakan perbaikan peralatan sesuai dengan umur bus dan harus menyediakan komponen suku cadang selama 10 tahun," kata Prawoto. (baca: Ahok: Pembayaran Sisa Busway Baru Tunggu BPKP)

    BPPT melakukan pendampingan teknis pengadaan bus baru Transjakarta sebanyak enam paket dari 14 paket. Prawoto mengakui ada sejumlah kerusakan pada sejumlah bus tersebut. "Hasil pengawasan BPPT bersama Dishub, hingga berakhirnya kontrak pada awal Februari, memang masih terdapat banyak bus yang belum selesai dan kualitas pengerjaannya kurang baik," kata Prawoto.

    Namun, dia mengatakan proses pengadaan bus tersebut sebenarnya belum seluruhnya kelar. "Sebenarnya belum selesai inspeksinya. Karena sebelum bus di-deliver, vendor harus memastikan semua berfungsi. Mungkin karena banyak dan ada kebijakan mau dipakai sehingga agak terburu-buru," kata Prawoto.

    AMIRULLAH

    Terpopuler
    Risma Mau Mundur, Elite PDIP Terbang dan Merayu
    Apel Pagi, Wali Kota Risma Setrap Dua PNS Baru
    8 Kasus Plagiat yang Menghebohkan Indonesia
    Suku Dayak Tebar Beras Kuning, Polisi Mundur
    BNN: Heroin Roger Danuarta Langka di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prancis Menjadi Juara Piala Dunia 2018, Mengalahkan Kroasia

    Tim Nasional Prancis mengangkat trofi Piala Dunia 2018 setelah menekuk Kroasia dengan skor 4-2 dan menorehkan pelbagai catatan menarik.