Lalu Lintas Padat Akibat Kendaraan Bermotor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arus lalu lintas dari arah Mampang menuju Kuningan padat merayap, ketika ribuan buruh berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkes di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Arus lalu lintas dari arah Mampang menuju Kuningan padat merayap, ketika ribuan buruh berunjuk rasa di depan Kantor Kemenkes di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Traffic Management Center Polda Metro Jaya melansir beberapa titik kemacetan lalu lintas akibat ramainya pengguna kendaraan bermotor di Ibu Kota sejak sekitar Pukul 09.00 WIB hari ini, Rabu, 19 Februari 2014.

    Ada pun titik kemacetan yang dirilis melalui akun @TMCPoldaMetro dengan intensitas ramai lancar hingga padat merayap tersebut di masing-masing wilayah Jakarta adalah sebagai berikut:

    Jakarta Utara:
    - Mall of Indonesia menuju Kelapa Gading terpantau ramai lancar.
    - Jalan Cacing menuju Priok terpantau padat merayap

    Jakarta Barat:
    - Kawasan Tomang terpantau padat.
    - Kalideres menuju Cengkareng padat.

    Jakarta Pusat:
    - Bundaran Hotel Indonesia serta sekitar Jalan M. H. Thamrin ramai lancar.

    Jakarta Timur:
    - Kalimalang menuju Halim terpantau padat merayap.
    - Matraman menuju Senin padat merayap.
    - Kampung melayu menuju Tebet padat.

    Jakarta Selatan:
    - Fatmawati menuju Cilandak terpantau padat.
    - Cawang menuju Pancoran juga terpantau padat.
    - Panglima Polim menuju Blok M padat.
    - Bintaro menuju Pondok Aren padat.
    - Gandaria menuju Blok M terpantau padat.

    ISMI DAMAYANTI

    Berita Terpopuler
    Teknisi Jatuh dari Kamar Apartemen Vitalia Shesya
    Bus Transjakarta Gandeng Berasap di Jalan Hayam Wuruk
    Kronologi Jatuhnya Teknisi dari Apartemen Vitalia 
    Karena Status BBM, Jurnalis Sindo Terancam UU ITE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.