Bripka Lasmidi Sudah Keluar dari ICU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    Ilustrasi Penembakan Polisi. ANTARA FOTO/Ampelsa

    TEMPO.COTangerang - Brigadir Kepala Lasmidi, anggota tim buru sergap Polsek Jatiuwung, Kota Tangerang, masih menjalani perawatan medis di Eka Hospital, BSD City. Kondisi kesehatan Lasmidi, menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metropolitan Tangerang Ajun Komisaris Besar Sutarmo, kian membaik. "Dalam taraf penyembuhan. Saat ini sudah berada di bangsal perawatan," kata Sutarmo kepada Tempo, Rabu, 19 Februari 2014.

    Sebelumnya, Lasmidi dirawat secara intensif di ruang intensive care unit (ICU) rumah sakit yang sama. Polisi korban salah tembak sesama polisi pada Sabtu, 15 Februari 2014, itu menderita luka tembak di dada sebelah kiri dan sempat mengalami perdarahan. Sebelum dirujuk ke Eka Hospital, Lasmidi sempat dibawa ke instalas gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah (IGD RSUD) Kabupaten Tangerang pada hari kejadian, pukul 19.05, lalu sempat akan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati pukul 21.35 WIB.

    Namun demi pertimbangan keselamatan jiwanya, dia dilarikan ke rumah sakit yang lebih dekat dibanding RS Polri, yakni Eka Hospital. Pada Ahad, 16 Februari 2014, pukul 03.00 WIB, tim medis Eka Hospital berhasil mengangkat proyektil yang menancap di dada Lasmidi.

    Bripka Lasmidi ditembak di depan warteg Putri di Jalan Gatot Subroto Kilometer 2, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Dia ditembak dari dalam angkutan umum jurusan Balaraja-Cimone oleh anggota polisi berinisial NBB, anggota tim buru sergap Polres Kota Tangerang yang bermarkas di Tigaraksa karena salah paham. Kedua polisi ini sama-sama mengira orang yang di depannya adalah perampok karena memakai pakaian preman. Penyidikan kasus ini kini ditangani Polda Metro Jaya.

    AYU CIPTA

    Berita Lainnya:
    Ratusan Penonton Mulai Antre di Konser MLTR
    KBS Upayakan Penuhi Syarat Izin Konservasi
    Pembinaan Geng Motor Melalui Sirkuit Balap
    Dengan Rp 800 Miliar, Waskita Perbesar Proyek
    Jokowi Bahas Perjanjian Kerja Sama Monorel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.