Korban Geng Motor Bekasi Masih Dirawat di RS Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Yono, 37 tahun, warga Kranggan, Bekasi, korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga gerombolan geng motor, hingga Kamis, 20 Februari 2014, masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Yono harus dirawat akibat dibacok belasan orang yang menyerbu warung Internet D'Cornet di Pasar Kecapi pada Ahad malam, 16 Februari 2014.

    Sebelumnya, Yono sempat dirawat di ruang intensive care unit RS Polri, namun sejak kemarin dia sudah dipindah ke ruang perawatan Parkit 1 di rumah sakit yang sama. Pihak rumah sakit melarang wartawan mewawancarai Yono. Menurut seorang perawat yang enggan disebutkan namanya, kondisi Yono mulai membaik dan diperkirakan sudah bisa pulang hari ini. (Baca: Geng Motor Penyerang Warnet Bekasi Masih ABG )

    Menurut polisi, peristiwa itu bermula dari perjalanan 30 orang tak dikenal dari Perumahan Akasia menuju Pasar Kecapi. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan SD Jatiwarna 1, terjadi perampasan motor yang dikendarai Arif Pebrian. Kelompok tersebut lalu menghampiri warnet D'Cornet di Pasar Kecapi. Tujuh pelaku masuk warnet, lalu mengambil telepon seluler milik korban, Yono. Tidak terima, Yono lalu mengejar para pelaku.

    Namun para pelaku justru mengeroyok dan membacok korban. Korban terluka akibat bacokan di punggung kiri dan jari kanan. Setelah itu, sekelompok orang tersebut menghentikan kendaraan yang ditumpangi korban lainnya, Kusnadi. Bahkan, selain mengeroyok Kusnadi, para pelaku menyiramkan air keras ke bagian wajahnya.

    Penyidik Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, telah menangkap dan menetapkan sebelas tersangka dalam kasus ini. Sebagian tersangka merupakan anak di bawah umur, yakni,  FN, 16 tahun, TAP (14), VDN (16), FAD (16), II (16), MI (14). Sedangkan tersangka lainnya yaitu Resqi Kusuma Agung, 21 tahun, Gilbert (27), Nurdiansyah (19), Rendi Kusuma (20), dan Rudi Sumantri (18).

    Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 365 dan 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Polisi menyita sebilah celurit bergagang kayu, pedang, satu botol bekas air mineral yang diisi air keras, dan enam telepon seluler milik para pelaku.

    PRAGA UTAMA

    Berita Terpopuler
    Geram Ahok Soal Busway: Bus Rp 1 M Ditulis Rp 3 M 
    Jokowi Sindir Mahasiswa Sering ke Mal 
    BPPT: Vendor Wajib Ganti Komponen Bus TransJakarta 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.