Polisi Buru Tiga Anggota Geng Motor di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi geng motor. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COBekasi - Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondok Gede Inspektur Satu Untung Riswaji mengatakan masih ada tiga orang yang terindikasi terlibat dalam kasus penyerangan sebuah warnet di Pasar Kecapi, Pondok Melati, Kota Bekasi. "DPO (Daftar Pencarian Orang) tiga orang," kata Untung kepada Tempo, Kamis, 20 Februari 2014.

    Untung menyebutkan tiga orang tersebut berinisial R, I, dan E. Ketiganya mempunyai peran menyembunyikan barang bukti serta menganiaya korban. "Sampai sekarang masih kita kejar," kata Untung.

    Untung mengatakan satu sepeda motor hasil rampasan para pelaku hingga kini masih tersimpan di sebuah bengkel. Namun Untung enggan menyebutkan letak bengkel tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan. "Bengkelnya tutup, karena istri pemiliknya sedang lahiran," ujarnya.

    Untung menambahkan, kondisi tiga korban kekerasan berangsur membaik. Ketiganya ialah Kusnadi alias Daming, Yono, dan Kristanto. "Korban sudah dipindah ke ruang perawatan," katanya. "Sedangkan Kristanto sejak awal hanya rawat jalan," Untung menambahkan.

    Sebelumnya, warnet D'Cornet di Pasar Kecapi diserang puluhan orang tak dikenal pada Ahad dinihari lalu. Mereka mengatasnamakan Tangky Boys, geng asal Jakarta Timur. Tiga orang terluka bacok dan satu orang tersiram air keras. Polisi lalu menetapkan sebelas orang tersangka. Ironisnya, enam orang masih di bawah umur.

    Para tersangka yang sudah dibekuk yakni Resqi Kusuma Agung, 21 tahun, Gilbert (27), Nurdiansyah (19), Rendi Kusuma (20), dan Rudi Sumantri (18). Adapun mereka yang masih di bawah umur berinisial FN, 16 tahun, TAP (14), VDN (16), FAD (16), II (16), MI (14). "Sejauh ini motifnya ingin menguasai barang orang lain," kata Untung.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.