Korban Geng Motor Tangki Salah Sasaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Bekasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kota Bekasi, menyatakan, tiga korban penganiayaan oleh kelompok Geng Tangki merupakan korban salah sasaran. "Ada yang memprovokasi, jadi begitu ada yang lewat langsung dipukul," kata Ketua KPAI Kota Bekasi, Muhammad Sya'roni, Kamis, 20 Februari 2014.

    Sya'roni mengatakan, kejadian itu saat kelompok Geng Motor Tangki mencari sekelompok orang yang menang berkelahi dengan rekan kelompok Geng Tangki di Jalan Sumir, Jatiwarna. Saat berjalan kaki persis di depan Sekolah Dasar Jatiwarna 1, seorang pengendara sepeda motor, Arif Pebrian diteriaki sebagai kelompok yang dicari. "Ada yang teriak itu. Kemudian sepeda motornya lalu dirampas," kata Sya'roni. (baca: Polisi Buru Tiga Anggota Geng Motor di Bekasi)


    Tak hanya itu, kelompok yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut, merangsek ke dalam sebuah warnet D'Cornet. Di dalam, mereka merampas sebuah telepon selular milik Yono, karena tak terima, terjadi perkelahian, hingga akhirnya korban Yono mengalami luka bacok di punggung dan jari kanan.


    Begitu juga di luar, lanjut Sya'roni, seorang pengendara Kusnadi atau Daming, juga menjadi korban salah sasaran. Kusnadi dikira adalah orang yang dicari. Bahkan, tanpa basa-basi, korban ditendang lalu disiram air keras wajahnya, kemudian dibacok punggungnya. Selain itu, korban lain, Kristantianto juga tak luput dari aksi brutal pelaku. Namun, korban hanya terluka di bibir dan jarinya akibat air keras.


    "Jadi semuanya korban salah sasaran," katanya. "Korban diserang karena ada yang memprovokasi," ia menambahkan. Ihwal perampasan sepeda motor, lanjut Sya'roni, mereka rencananya akan menjualnya untuk keperluan pengobatan seorang temannya yang terluka akibat kalah berkelahi.


    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondokgede, Inspektur Satu Untung Riswaji menambahkan, sepeda motor yang dirampas pelaku sudah diketahui keberadaannya. Namun, belum dapat diambil karena bengkel tempat menyimpan tersebut masih tutup. "Istri pemilik bengkel lagi lahiran," kata Untung.


    Sejauh ini, penyidik menetapkan sebelas orang tersangka kasus penyerangan warnet tersebut dari kelompok Geng Tangki. Mereka di antaranya, FN, 16 tahun, TAP (14), VDN (16), FAD (16), II (16), MI (14). Sedangkan tersangka lainnya yaitu Resqi Kusuma Agung, 21 tahun, Gilbert (27), Nurdiansyah (19), Rendi Kusuma (20), dan Rudi Sumantri (18).


    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.