PRT Disiksa Istri, Jenderal Bisa Kena Getah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hukum pancung TKI. TEMPO/Amston Probel

    Ilustrasi hukum pancung TKI. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri seorang pensiunan jenderal polisi dilaporkan pembantu rumah tangga atas dugaan penyiksaan dan penyekapan ke Kepolisian Resor Kota Bogor. Aktivis yang mendampingi korban dari LBH Keadilan Bogor Raya, Syamsul Alam Agus, mengatakan suami terlapor bisa ikut terseret karena melakukan pembiaran.

    "Memang yang melakukan kekerasan adalah istrinya, tapi sebagai penegak hukum dan perwira tinggi, dia melakukan pembiaran ketika istrinya melakukan hal itu," kata Alam ketika dihubungi Tempo, Kamis, 20 Februari 2014. (Lihat: PRT yang Disiksa di Rumah Jenderal Sedang Hamil)

    Alam mengatakan Yuliana Leiwer, pekerja rumah tangga asal Maluku Tenggara yang diduga menjadi korban penganiayaan, dipekerjakan oleh pasangan suami-istri berinisial MS. Alam mengatakan sang istri bernama Mutiara Situmorang dan sang suami Mangisi Situmorang.

    "Suaminya Mangisi Situmorang, brigjen, mantan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri dan pernah menjadi Inspektur Pengawasan Daerah Bali," ujarnya.

    Dikonfirmasi mengenai identitas sang purnawirawan jenderal, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie tak mau menyebutkan nama jelas maupun posisi terakhir Brigjen MS. Ronny hanya mengatakan MS pensiun pada 2013 sebagai jenderal bintang satu dari korps Tribrata.

    "Cukup saya sebutkan inisial saja karena belum jelas bentuk pidananya apa, kasihan kalau identitasnya diekspos dengan tidak seimbang," kata Ronny.

    Alam mengatakan pada saat dilaporkan, pasangan suami-istri ini mempekerjakan 16 orang asisten rumah tangga. Para pekerja rumah tangga ini, kata Alam, sering tak diberi makan jika menurut sang nyonya melakukan kesalahan. Gaji para pekerja juga tak dibayar.

    Sementara itu, Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan pemilik rumah memang diketahui seorang perwira tinggi Polri, yakni Brigadir Jenderal Purnawirawan Mangisi Situmorang, dan tugas terakhir sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Mabes Polri. "Beliau sudah pensiun dan jabatan terakhir sebagai Kapuslitbang di Mabes Polri," ujarnya.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE | M SIDIK PERMANA

    Terkait:
    PRT Disiksa di Rumah Jenderal, Human Trafficking?
    Dua PRT Masih Berada di Rumah Jenderal
    Kasus Penganiayaan oleh Istri Jenderal, 12 Saksi Diperiksa
    Polisi Usut Dugaan Penganiayaan di Rumah Jenderal
    Lagi, 3 Pembantu Dievakuasi dari Rumah Jenderal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.