Polisi: PRT di Rumah Jenderal Dapat Izin Pergi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi

    Ilustrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Kota Bogor tengah menyelidiki dugaan penganiayaan dan penyekapan oleh istri Brigjen MS, seorang purnawirawan jenderal polisi, atas pembantunya. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie mengatakan pelapor tak melarikan diri dari rumah majikannya.

    "Ketika YL meninggalkan rumah juga atas persetujuan, bukan melarikan diri. Artinya, MS mempersilakan pelapor untuk dijemput keluarganya," kata Ronny kepada Tempo, Kamis, 20 Februari 2014. (Lihat: PRT yang Disiksa di Rumah Jenderal Sedang Hamil)

    Ronny mengatakan MS juga terbuka dan kooperatif dalam penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Salah satunya, dengan mengizinkan 15 orang pekerja rumah tangganya diperiksa oleh penyidik dari Polresta Bogor.

    "Prosesnya wajar. Sejak awal dilaporkan YL, penyidik begitu mudah mengklarifikasi ke MS dan mendapat persetujuan untuk melakukan penyelidikan. Nanti akan ada olah tempat kejadian," kata Ronny.

    Ronny mengatakan kasus ini cukup ditangani penyidik di Polresta Bogor. Menurut dia, tak ada kendala dalam penyelidikan. Ia juga mengatakan penyidik menangani kasus sesuai dengan prosedur, profesional,dan proporsional. "Kita lihat saja bagaimana kerja penyidik, masak mau instan?" ujarnya.

    Istri purnawirawan jenderal bintang satu yang juga berinisial MS ini dilaporkan pembantunya atas dugaan penganiayaan. Sang majikan melakukan kekerasan dan tak memberi makan pembantu yang dinilainya melakukan kesalahan. (Baca juga: PRT Disiksa Istri, Jenderal Bisa Kena Getah)

    Saat dilaporkan, keluarga MS disebut mempekerjakan 16 orang pembantu rumah tangga yang terdiri atas sepuluh perempuan dan enam laki-laki. Lima di antaranya masih di bawah umur.

    Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal MochamadIriawan mengatakan pemilik rumah diketahui seorang perwira tinggi Polri, yakni Brigadir Jenderal Purnawirawan Mangisi Situmorang, dan tugas terakhir sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Mabes Polri. "Beliau sudah pensiun dan jabatan terakhir sebagai Kapuslitbang di Mabes Polri," ujarnya.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE | M SIDIK PERMANA


    Terkait:

    PRT Disiksa di Rumah Jenderal, Human Trafficking?
    Dua PRT Masih Berada di Rumah Jenderal
    Kasus Penganiayaan oleh Istri Jenderal, 12 Saksi Diperiksa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.