Apartemen Dulu, Lalu Monorel di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melintas di dalam kereta monorel yang dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas melintas di dalam kereta monorel yang dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua proyek monorel seperti sedang bersaing adu cepat. Yang satu di tengah kota, yang kedua memilih bertolak dari Bekasi ke tengah kota. Yang pertama dikerjakan konsorsium PT Jakarta Monorail dan yang lain adalah konsorsium bentukan PT Adhi Karya dan tiga BUMN lainnya.

    Kalau proyek yang pertama sedang mendapat sorotan karena dianggap lambat kemajuannya, proyek yang diusung PT Adhi Karya masih terganjal dasar hukum berupa peraturan pemerintah yang memungkinkannya bekerja lintas wilayah. (Baca: Harga Tiang Monorel Belum Ada Kesepakatan).

    Rencananya koridor yang akan dibangun konsorsium para BUMN ini adalah Bekasi Timur-Cawang-Kuningan dan Cibubur-Cawang-Kuningan. "Karena ini lintas provinsi, yang menentukan harus pemerintah pusat," ujar Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswodarmawan, dalam konferensi pers, Jumat 21 Februari 2014.

    Sebagai persiapan, Adhi Karya juga sudah menyiapkan lahan untuk dikembangkan menjadi area Transit Oriented Development (TOD). "Rencananya di sekitar Stasiun Bekasi Timur kami akan membuat apartemen, hotel, mal, dan gedung perkantoran," ujar Sekeretaris Perusahaan PT Adhi Karya, M. Aprindy.

    Menurut dia, saat ini Adhi Karya sudah mulai membangun gedung apartemen di Bekasi Timur. Gedung dijanjikan akan dilengkapi fasilitas park and ride setinggi enam lantai.

    Pembangunan jalur monorel pelat merah itu diharapkan bisa dimulai tahun ini. Perpres yang ditunggu, kata Kiswodarmawan, masih diproses di Kementerian Koordinator Perekonomian. Namun dia mengaku sudah mengantongi dukungan dari Kementerian Perhubungan.

    Selain mengurus Perpres, PT Adhi Karya juga harus mengubah anggaran dasar perusahaan mereka dan menambah bidang usaha sebagai penyelenggara perkeretaapian. Rencananya, perubahan anggaran dasar itu akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Adhi Karya Tbk pada Maret 2014.

    ANGGRITA DESYANI

    Terpopuler
    Risma Ingin Sekali Ketemu Mega, Tapi Tak Berani
    Risma Terpilih sebagai Wali Kota Terbaik Dunia 
    Risma : Saya Ikhlas Kalaupun Harus Mati
    Akil Diduga Terima Suap Hingga Rp 161 Miliar!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.