12 Polres Antisipasi Aksi Kriminal Geng Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO , Jakarta -- Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya mengerahkan seluruh jajaran polres untuk berpatroli mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul empat pagi hari seesokan harinya. "Patroli dilakukan untuk memantau lokasi-lokasi yang dilaporkan menjadi titik berkumpul kelompok bermotor," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat ditemui di kantornya pada pada Jumat, 21 Februari 2014.

    Aksi kriminalitas dari kelompok yang menggunakan kendaraan sepeda motor kembali menebar ancaman. Warga Pondok Gede, Bekasi, digegerkan dengan aksi geng Tanki yang melakukan tindakan kriminal berupa perampokan dan pembacokan.

    Rikwanto mengatakan, dalam patroli tersebut, dikerahkan hingga satu kompi pasukan yang terdiri atas 75-100 personel dari setiap polres di Jakarta dengan mengendarai sepeda motor dan mobil. "Sebanyak 12 polres turut berpartisipasi, tanpa Polres Kepulauan Seribu yang dinilai tidak terlalu mendesak," kata Rikwanto.

    Patroli tersebut sudah dilangsungkan sejak malam kemarin, Kamis, 20 Februari, dan akan terus dilanjutkan hingga waktu yang tidak ditentukan. "Hingga dinilai masih diperlukan, akan terus dilakukan," kata Rikwanto.

    Rikwanto mengatakan, masyarakat pun diimbau agar turut berpartisipasi jika mengalami atau menyaksikan tindak kriminal yang dilakukan oleh kelompok yang mengendarai sepeda motor tersebut. "Memang tidak semua geng motor melakukannya, namun perlu diwaspadai kelompok jahat dengan mengendarai sepeda motor ini," katanya.

    Hingga patroli pagi hari ini, Rikwanto mengatakan, belum ada temuan kegiatan mencurigakan dari kelompok yang mengendarai sepeda motor. "Jika sampai ditemukan, akan dilokalisir dan diperiksa," kata Rikwanto.


    ISMI DAMAYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.