Jokowi Merasa Disadap Sejak Agustus 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO/ Imam Yunni

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang berada di Jl Taman Suropati disadap. Pelaksana Tugas Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Heru Budihartono mengatakan Jokowi merasakan disadap sejak tahun lalu.

    "Mulai bulan Agustus 2013 dirasakan," kata Heru kepada Tempo Jumat 21 Februari 2014. Namun, kata Heru, pihaknya masih melihat kondisi di sekitar Gubernur Jokowi sehingga belum diambil tindakan apa pun. "Kami masih liat kondisi dulu," ujarnya.(baca: Siapa yang Menyadap Jokowi? )

    Setelah kegiatan dan tingkat komunikasi Jokowi makin tinggi, menurut Heru, pihaknya mulai mengambil tindakan. Setelah dilakukan sterilisasi, memang ditemukan alat penyadap. Menurut dia, alat yang ditemukan hanya alat penyadap dengan spesifikasi standar.(baca:Sutiyoso: Penyadapan Jokowi Bisa Orang Dalam)

    Saat ini, menurut Heru, sudah tidak ditemukan lagi alat penyadap di rumah dinas Jokowi ataupun di Balaikota. "Sudah tidak ada," kata dia. 

    Meski begitu, pengamanan terhadap Gubernur memang ditingkatkan. Akan ada strategi-strategi tertentu agar kejadian serupa tak terulang. "Seperti catur, mereka melangkahkan pion, kami balas lagi. Kami juga harus lebih pintar," kata dia.

    Menanggapi penyadapan terhadap dirinya, Jokowi nampak santai. Menurut dia, tak ada hal penting yang bisa disadap orang lain dari rumah dinasnya. "Omongannya biasa saja dengan anak istri dan rapat biasa," kata dia. 

    Untuk berjaga-jaga, Jokowi meminta bantuan Lembaga Sandi Negara untuk mengamankan dokumen-dokumen penting di Balaikota.

    NINIS CHAIRUNNISA

    BERITA LAINNYA
    Risma Ingin Sekali Ketemu Mega, Tapi Tak Berani
    Akil Pertanyakan Tiadanya Nama Mahfud Md
    Akil Diduga Terima Suap Hingga Rp 161 Miliar!
    Kasus Akil, KPK Selidiki Peran Rano-Karwo



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.