Hujan Lebat di Bogor, Katulampa Siaga 3  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga asik berfoto-foto di depan pintu air Katulampa yang sedang dalam kondisi siaga II di Bogor, Jawa Barat (17/1). Air pintu air Katulampa berada di ketinggian 160 sentimeter. Jika air terus meningkat hingga melebihi 200 cm, maka statusnya akan berubah menjadi Siaga I. TEMPO/Subekti.

    Warga asik berfoto-foto di depan pintu air Katulampa yang sedang dalam kondisi siaga II di Bogor, Jawa Barat (17/1). Air pintu air Katulampa berada di ketinggian 160 sentimeter. Jika air terus meningkat hingga melebihi 200 cm, maka statusnya akan berubah menjadi Siaga I. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor - Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir kembali melanda wilayah Bogor terutama kawasan puncak, Sabtu 22 Februari 2014.

    Akibat intensitas curah hujan yang diatas normal tersebut, ketinggian air sungai Ciliwung mengalami peningkatan yang cukup drastis, sehingga terpantau di papan mercu Bendung Katulampa ketinggian air mencapai 110 sentimeter atau siaga 3.

    "Hujan deras yang terjadi sabtu mulai dari pukul 03.00 hingga pagi di wilayah Puncak mengakibatkan ketinggian air Ciluwung terus bertambah," kata Petugas Jaga Bendung Katulampa Bogor Andi Sudirman, Sabtu 22 Fenruari 2014.

    Ia mengatakan, padahal sebelumnya ketinggian air sudah satu pekan dalam posisi normal, "Sudah sminggu ketinggian air normal, dan hanya diposisi 30 hingga 40 sentimeter," kata dia.

    Hingga saat ini kondisi wilayah Bogor dan sekitarnya terutama kawasan Puncak masih diguyur hujan dengan intnsitas sedang, "Bisa saja ketinggian air kembali meningkat karena Bogor masih diguyur hujan," kata dia.

    M SIDIK PERMANA

    Bac ajuga:
    Siapa yang Menyadap Jokowi?
    Keluarga Penganiaya PRT Bantah Penyekapan
    Jadul, Alat Penyadap Jokowi Dipasang Pake Lem
    Pesan untuk Penyadap Jokowi: Peci dan Kacamata Hitam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.