Bendung Kali Bekasi Dibuka, Banjir di Jalan Kartini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kawasan Jatiasih,Bekasi Kamis (18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko/DH20130418

    Sejumlah warga melintasi banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah, Kawasan Jatiasih,Bekasi Kamis (18/4). Tempo/Dian Triyuli Handoko/DH20130418

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir di Bekasi meluas hingga ke wilayah hilir. Penyebabnya, Bendung Kali Bekasi yang berada di Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Selatan dibuka. Akibatnya air kali meluap ke pemukiman di bantaran kali.

    Pembukaan bendung Kali Bekasi tersebut untuk meminimalisasi banjir yang berada di wilayah hulu, mulai dari Perumahan Pondok Gede Permai, Kemang IFI Graha, Pondok Mitra Lesatri, sampai ke perkampungan di RW 26 Margahayu, Bekasi Timur.

    Sayangnya, pembukaan bendung tersebut berimbas kepada pemukiman di wilayah hilir. Salah satunya ialah yang terletak di sepanjang Jalan Raya Kartini, Bekasi Timur. Akibatnya, banjir sepinggang orang dewasa tak dapat terlelakkan. Jalan raya Kartini pun terisolasi.

    "Air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB. Bahkan, debit air terus bertambah," kata warga, Abdul Haris, Ahad dini hari, 23 Februari 2014. Karena itu, warga lalu mengevakuasi barang-barangnya ke tempat lebih tinggi. Warga di Perumahan Villa Kartini pun tak luput kena dampaknya. Ketinggian air di perumahan itu mencapai 1 meter.

    Diperikirakan banjir meluas sampai ke wilayah hilir di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi sebelum ke laut pada pagi nanti. Pasalnya, debit air akibat bendung di buka masih tinggi mengalir ke utara Bekasi tersebut.

    ADI WARSONO

    Berita terkait
    Banjir, Dua Orang Mati Tenggelam di Rawa Shangrila
    Titik Banjir Jakarta Hari Ini 22 Februari
    Pasca Banjir, Ribuan Titik Jalan di DKI Rusak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.