Titik Banjir di Jakarta Pagi Ini, 23 Februari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor mencoba menerobos banjir yang menggenangi Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pengendara sepeda motor mencoba menerobos banjir yang menggenangi Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta--Hujan yang mengguyur sejak kemarin hingga pagi ini menyebabkan beberapa genangan air di beberapa titik di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan laporan dari TMC Polda Metro Jaya, melalui akun Twitter resminya, @TMCPoldaMetro, sejumlah ruas jalan mulai terendam air dengan ketinggian hingga 60 centimeter.

    Berikut titik-titik banjir di sejumlah ruas jalan hingga pukul 06.00 WIB.

    1. Jalan Gunung Sahari, tepatnya di depan Hotel Golden
    2. Jalan KH. Abdullah Syafei, Tebet, di depan Gudang Peluru banjir setinggi 50-60 centimeter. Kendaraan tidak bisa lewat
    3. Jalan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, genangan air setinggi 40 centimeter. Kendaraan jenis sedan tidak bisa lewat
    4. Jalan Raya Cilincing Jakarta Utara, tepatnya di daerah Kebon Baru. Banjir setinggi 20-30 centimeter sepanjang 100 meter.
    5. Jalan Tendean, Jakarta Selatan, banjir setinggi 25-30 centimeter di depan sekolah Tarakanita
    6. Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur air setinggi 30-60 centimeter. Bagi kendaraan sejenis sedan agar tidak melintas.

    Diprediksi, genangan air di Jakarta akan bertambah hari ini, Ahad, 23 Februari 2014. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek bakal terus diguyur hujan sejak pagi hingga malam hari.

    ERWAN HERMAWAN

    Baca juga:
    Alasan Brigjen Mangisi Punya 16 Pembantu
    Istri Dituduh Sekap PRT, Jenderal Mangasi Minta Maaf ke Kapolri
    Titik Banjir Jakarta Hari Ini 22 Februari
    Kronologi Kasus Penyadapan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.