Ribuan Rumah di Banten Terendam Air  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa melintas genangan banjir yang menggenangi sekolahnya di SDN 1 Dadap, Tangerang, Banten, (27/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para siswa melintas genangan banjir yang menggenangi sekolahnya di SDN 1 Dadap, Tangerang, Banten, (27/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang mengguyur wilayah Provinsi Banten sejak Sabtu kemarin hingga hari ini, Ahad, 23 Februari 2014, berbuntut banjir. Ribuan rumah di provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Jawa itu terendam air. Bahkan di beberapa kecamatan, ketinggian air yang merendam permukiman lebih dari 1 meter.

    Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 15 kecamatan yang terendam air. Kecamatan tersebut tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang serta Kota Tangerang Selatan. Berikut sejumlah wilayah di Banten yang banjir hingga pukul 08.00 WIB:

    -Wilayah Kota Tangerang:
    1. Kecamatan Karawaci, Kelurahan Nambo Jaya atau Perum Pondok Arum. Tinggi air 150- 175 sentimeter;
    2. Kecamatan Karang Tengah dan Kelurahan Ciledug,  perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, serta Kompleks Kementerian Dalam Negeri dengan tinggi air 70-100 sentimeter;
    3. Kecamatan Cibodas: Kampung Panunggan Barat. Tinggi air 100-150 sentimeter;
    4. Kecamatan Periuk: perumahan Total Persada, sebanyak 7.604 penduduk terpaksa mengungsi.

    - Wilayah Kota Tangerang Selatan:
    1. Kayu Gede banjir setinggi sekitar 50 sentimeter;
    2. Kampung Bulak banjir setinggi sekitar 40 sentimeter;
    3. Pondok Maharta banjir setinggi sekitar 60 sentimeter;
    4. Cipayung Mas banjir setinggi sekitar 30 sentimeter;
    5. RW 03 Pesona Serpong banjir setinggi sekitar 30 sentimeter.

    - Wilayah Kabupaten Tangerang , meliputi:
    1. Kecamatan Paku Haji: Desa Tanjung Burung;
    2. Kecamatan Teluk Naga: Desa Kohod;
    3. Kecamatan Pasar Kemis: Desa Gelam dan perumahan Total Persada;
    4. Kecamatan Curug;
    5. Kecamatan Sepatan: Desa Cisere;
    6. Kecamatan Jayanti: perumahan Cikande Permai.

    Menurut juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pemerintah Banten melalui BPBD Banten dan BPBD Kota Tangerang sedang melakukan penanganan darurat. Selain itu, evakuasi korban banjir tengah dilakukan Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan, dan masyarakat.

    Tak hanya di Banten, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Jakarta dan Bekasi. Di Bekasi, menurut dia, salah satu penyebab banjir yakni jebolnya tanggul Sungai Bekasi. Walhasil, perumahan Pondok Gede Permai dan sekitarnya terendam banjir hingga 3 meter. "Pak Syamsul (Kepala BNPB) memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk ke daerah-daerah banjir guna memberikan pendampingan kepada BPBD setempat," ucapnya dalam siaran persnya, Ahad, 23 Februari 2014.

    ERWAN HERMAWAN

    Baca juga:
    Alasan Brigjen Mangisi Punya 16 Pembantu
    Istri Dituduh Sekap PRT, Jenderal Mangasi Minta Maaf ke Kapolri
    Titik Banjir Jakarta Hari Ini 22 Februari
    Kronologi Kasus Penyadapan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.