Jembatan Penyeberangan Halte Reformasi Berbahaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus TransJakarta melintas di Halte Grogol 12 Mei Reformasi, Jakarta, (10/11). Nama Baru Terminal-Halte Grogol Tranjakarta 12 Mei Reformasi ini dilakukan untuk mengenang peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebuah bus TransJakarta melintas di Halte Grogol 12 Mei Reformasi, Jakarta, (10/11). Nama Baru Terminal-Halte Grogol Tranjakarta 12 Mei Reformasi ini dilakukan untuk mengenang peristiwa demonstrasi besar-besaran para mahasiswa pada 12 Mei 1998. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang turun sepanjang pagi ini, Senin, 24 Februari 2014, tak hanya menimbulkan genangan di jalan raya. Genangan juga muncul di jembatan penyeberangan orang di Jalan Kyai Tapa dan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, tepatnya jembatan di Halte Transjakarta Grogol 12 Mei Reformasi.

    Pantauan Tempo, genangan paling banyak terdapat di lantai jembatan di sisi Jalan S. Parman yang mengarah ke loket Transjakarta. Genangan disebabkan oleh cekungan-cekungan pada lantai seolah sebelumnya menahan beban yang terlalu berat. Para pengguna jembatan sibuk berjalan berjingkat untuk menghindari genangan.

    Septiana Safitri, 32 tahun, salah satu pengguna jembatan, memilih berjalan di bagian tengah yang permukaannya lebih tinggi karena bertumpu dengan rangka jembatan. Cara ini, kata dia, sebenarnya tak terlalu efektif untuk menghindari genangan karena ia juga harus menyingkir ke tepi jembatan saat berpapasan dengan pengguna lain. "Tidak selalu bisa berjalan di tengah, kadang juga harus ke pinggir dan sepatu basah pun tak terhindari," kata Septiana kepada Tempo, Senin, 24 Februari 2014.

    Selain genangan, di jembatan ini juga terdapat retakan hingga berlubang di beberapa tempat. Pantauan Tempo, setidaknya ada lima retakan yang tersebar di lantai jembatan di sisi Jalan S. Parman. Retakan ini kebanyakan berada pada sambungan lempengan besi lantai.

    Arman Ramadhan, 36 tahun, mengatakan retakan ini sering kali membuat para pengguna jembatan hilang keseimbangan. Berdasarkan pengamatan pengguna Transjakarta tersebut, orang yang tak terbiasa melewati jembatan ini sering kali tak memperhatikan langkahnya. Mereka menginjak retakan dan hampir terjatuh. "Kalau orang yang sering lewat sini biasanya sibuk menghindar," katanya.

    Menurut Arman, retakan tak hanya membahayakan pengguna jembatan berusia dewasa. Pengguna anak-anak, kata dia, lebih dikhawatirkan karena mereka sering tak memperhatikan langkahnya dan sering bersenda gurau. "Sebaiknya cepat diganti sebelum ada korban," kata Arman.

    LINDA HAIRANI

    Berita Populer
    16 Pembantu di Rumah Jenderal, Bagaimana Bagi Tugasnya?
    Ada Setoran di Balik Label Halal Daging Australia
    Langkah Politik Wali Kota Risma Dinilai Blunder


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.