Sumur Tercemar, Pabrik Garam Didemo Warga Kebon Jeruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 80 orang warga RT 01, 02, 03 di wilayah RW 02, Kelurahan Sukabumi Utara,Kebon Jeruk, Jakarta Barat berdemonstrasi di depan pabrik garam, CV Sari Laut. Mereka menuntut pabrik itu ditutup karena dianggap mencemari air sumur mereka. Warga yang berdemo itu rata-rata mengeluhkan kondisi sumur mereka yang menjadi asin. Mereka menduga asinnya sumur mereka akibat tercemar oleh perusahaan itu. Saat ini kami telah sepakat untuk memberi waktu kepada pihak pabrik selama tiga bulan, menutup usahanya, kata Ketua RT 01, Bugi Martono saat dihubungi Tempo News Room, Kamis (9/1). Sebelumnya, pada 1996 warga telah meminta pabrik milik Gunawan itu untuk ditutup. Tetapi, penutupan itu gagal dilaksanakan karena pihak pabrik akan minta ganti rugi kepada pemilik tanah berkaitan dengan kontraknya sampai tahun 2000. Warga, menurut Bugi, kemudian memberi kesempatan pabrik itu tetap beroperasi sampai tahun 2000. Sebelumnya pihak perusahaan juga telah mengusahakan untuk menyediakan air bersih. Mereka juga membuat sumur artetis dengan menggunakan pompa. Tetapi, menurut Bugi, pompa itu tidak dapat melayani kebutuhan warga yang merasa dirugikan. Kami sudah tidak bisa memberikan toleransi lagi, kata dia. Warga saat ini tengah membuat konsep perjanjian tertulis bersama aparat kelurahan. Konsep itu akan diserahkan untuk memperoleh tanda tangan dari pabrik dan perwakilan warga. Rencananya kami akan datangi malam ini, kata Bugi. Perusahaan tersebut memiliki sekitar 700 orang karyawan. Rata-rata mereka berasal dari luar daerah. Perusahaan tersebut tidak merekrut warga. Namun, justru dari daerah-daerah, kata Bugi. Menurut Bugi, lokasi yang tercemar di kawasan itu mencapai radius sekitar 500 m. Ada beberapa warga yang mengaku kondisi sumurnya sudah parah. Nyonya Atik, misalnya, mengeluhakan kondisi sumurnya yang berasa tidak enak dan asin. Air yang disana itu sudah disaring. Sedang punya saya sudah tidak enak, kata dia. Warga RT 01 ini mengaku anaknya juga mengalami pengelupasan kulit akibat mandi dengan air sumurnya. Rata-rata anak umur 1 hingga 4 tahun dibeberapa bagian kulitnya mengelupas, kata Atik yang dibenarkan oleh Bugi. Dalam demonstrasinya, Kamis (9/1) , warga tiga RT ini berulangkali meneriakan kata, Tutup. Tutup. Bersama staf pabrik bernama Gunawan, aparat kelurahan bernama Buchari M beserta para staff melakukan musyawarah. Dari hasil musyawarah itu, pihak pabrik bersedia menutup pabriknya dalam tiga bulan ini.(Purwanto Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.