Cek Pasar Lokbin, Jokowi Mau Ibu-ibu Enak Belanja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau blok G Pasar Tanabang, Jakarta, Rabu (31/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau blok G Pasar Tanabang, Jakarta, Rabu (31/7). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengingatkan kepada masyarakat bahwa tidak ada pungutan bagi pedagang yang akan menempati Lokbin Maruya Ilir, Jakarta Barat. "Kalau ada yang minta bayar, berarti tidak benar, di sini cuma bayar retribusi," kata dia saat mengunjungi Pasar Lokbin Maruya Ilir, Selasa 25 Februari 2014.

    Menurut Jokowi, pasar Lokbin dibangun agar para pedagang dan pembeli dapat bertransaksi secara nyaman. "Semua ibu-ibu yang belanja di pasar bisa enak," kata dia. Para pedagang pun, kata dia, bisa mendapat tempat berdagang yang lebih nyaman.

    Pasar Lokbin ini merupakan pasar yang direnovasi oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Pasar ini memiliki 146 kios dan 80 los yang hampir telah terisi semua. Pedagang di pasar Lokbin ini adalah para pedagang lama pasar Meruya Ilir.

    Mendatang, kata Jokowi, sejumlah pedagang yang masih berjualan di lokasi Lokbin akan segera dipindahkan ke sisi utara pasar yang masih kosong. "Itu yang di utara biar diisi," kata dia. Jika pedagang lama sudah masuk semua, kata Jokowi, akan dibuka kesempatan bagi pedagang baru.

    Berdasarkan pantauan Tempo, pasar Lokbin ini terbilang cukup rapi. Para pedagang diatur dengan sistem zonasi. Kondisi pasar pun bisa dibilang cukup bersih. Hanya di bagian halaman pasar masih nampak berantakan karena sedang dibangun tempat parkir.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Sejauh Apa Peran Ibas di Kasus SKK Migas?  
    Ruhut: Sutan Bhatoegana Bak di Bibir Jurang  
    KPK Sita Mobil Catherine 'Keket' Wilson  
    Timnas U-19, Ini Hasil dan Jadwal Uji Cobanya  
    Menko Djoko: KPK Jangan Hanya 'Ngadu' ke Media Massa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.