Kelompok Curanmor Ini Juga Perampok Pegadaian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan olah TKP usai terjadi perampokan di Kantor Pegadaian, Bandung, Jawa Barat. (25/2). Perampokan yang disertai penembakan tersebut mengakibatkan seorang satpam terluka. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Polisi melakukan olah TKP usai terjadi perampokan di Kantor Pegadaian, Bandung, Jawa Barat. (25/2). Perampokan yang disertai penembakan tersebut mengakibatkan seorang satpam terluka. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menangkap enam pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang juga melakukan perampokan kantor Pegadaian. "Dari enam pelaku, dua di antaranya juga melakukan perampokan terhadap kantor Pegadaian," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Adex Yudiswan pada Rabu, 26 Februari 2014. (Baca juga: Kemiripan Perampokan Pegadaian)

    Adapun keenam pelaku tersebut adalah Joni Ismail, 23 tahun, Emron (23), Sajudin (28), Dedi Gunawan (22), Yusrizal (26), dan Samsul Haris (33). Semua pelaku merupakan warga Lampung dari desa-desa yang diketahui merupakan perkampungan pelaku curanmor. Selain para pelaku, polisi juga masih mencari satu buron yang merupakan penadah hasil curian bernama Kuncen, yang merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat.

    Adex menyatakan modus operandi yang dilancarkan kelompok tersebut terhitung konvensional dengan mengincar sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan di pinggir jalan. "Sebagian dari mereka ada yang berperan sebagai tukang parkir," kata Adex. Mereka membobol kendaraan dengan menggunakan kunci letter T.

    Kelompok ini tertangkap di Bogor pada 16 Februari 2014 lalu saat seluruh anggota berfoya-foya dari hasil aksi mereka di kawasan Puncak. "Para pelaku telah melakukan aksi mereka sejak awal Februari tahun lalu," kata Adex.

    Selain melakukan pencurian sepeda motor, dua pelaku pun sempat melakukan perampokan terhadap kantor Pegadaian Cabang Tanjung Barat dengan alamat Jalan Poltangan Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Dua pelaku yang melakukan perampokan adalah Yusrizal dan Emron," kata Adex.

    Nilai kerugian akibat perampokan yang terjadi pada 15 Oktober 2012 sekitar pukul 14.15 WIB tersebut diperkirakan mencapai Rp 4,5 miliar. "Ancaman pidana selama-lamanya 12 tahun seperti dimaksud dalam Pasal 365 ayat 2 KUHP," kata Adex.

    Sedangkan dua orang otak perampokan dengan nama Iwan dan Anton saat ini dalam status buron.

    Dari kedua kasus tersebut, diamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata api rakitan yang digunakan dalam perampokan, satu unit mobil Toyota Avanza warna abu-abu, satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru, satu unit sepeda motor Supra X warna merah, dua pisau, dua gagang kunci letter T beserta empat kunci letter T, lima handphone, dan rekaman CCTV kantor Pegadaian saat terjadi perampokan. Seputar berita kriminal dan perkotaan klik di sini.

    ISMI DAMAYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.