Pedagang Pasar Gembrong Kembali Berjualan di Trotoar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sat Pol PP berjalan di depan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dipasar Gembrong, Jakarta, (9/9). Sebanyak 450 personel dari berbagai intansi tersebut dikerahkan dalam penertiban PKL yang mendirikan lapak diatas bahu jalan Basuki Rahmat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas Sat Pol PP berjalan di depan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dipasar Gembrong, Jakarta, (9/9). Sebanyak 450 personel dari berbagai intansi tersebut dikerahkan dalam penertiban PKL yang mendirikan lapak diatas bahu jalan Basuki Rahmat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta - Pedagang mainan, boneka, dan karpet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, kembali menjajakan barang dagangannya di kanan-kiri trotoar Jalan Basuki Rahmat. Kembalinya mereka ke jalan ini disebabkan kios di Pasar "Gembrong" Cipinang Besar Selatan, yang menjadi tempat relokasi mereka, sepi pembeli.

    "Di sana sepi Mbak, pembelinya satu, kadang sehari enggak ada. Beda sama di sini (jalan), pasti ada saja yang beli," kata pedagang mainan, Sumenah, 50 tahun, saat ditemui Tempo, Rabu, 26 Februari 2014.

    Pedagang lainnya, Utomo, 28 tahun, mengklaim dirinya dan pedagang lain boleh berjualan di atas trotoar Jalan Basuki Rahmat. "Di trotoar tidak apa-apa, yang enggak boleh kan di jalanannya," ujar dia yang berjualan boneka ini.

    Menurut dia, berjualan di atas trotoar lebih ramai pembeli ketimbang di kios Pasar Gembrong Cipinang Besar Selatan. "Di sana sepi, tapi ya ada yang jualan di sana, ada juga yang di sini, sudah punya kartu anggota juga dagang di sini," kata dia. (Baca: Pedagang Pasar Gembrong: Jokowi Pilih Kasih)

    Berdasarkan pantauan Tempo, kanan-kiri trotoar Jalan Basuki Rahmat kembali dipenuhi para penjual mainan dan karpet. Bahu jalan pun kembali menjadi tempat parkir kendaraan pembeli. "Kalau sudah sore boleh, Satpol PP juga sudah enggak ada," kata petugas parkir.

    Sementara itu, di dalam Pasar Cipinang Besar Selatan, yang memiliki dua lantai ini, kios-kios tampak tutup. Hanya ada satu pedagang yang berjualan perlengkapan bayi. "Pedagangnya kembali ke jalan lagi, paling di sini cuma pemilik dan penyewa," kata petugas keamanan Abdul Rozak, 41 tahun.

    Menurut dia, pedagang kaki lima yang direlokasi ke dalam pasar hanya bertahan selama 3 bulan. "Dua bulan penuh, tertib. Setelah itu petugas Satpol PP enggak jagain lagi, mereka balik lagi," ujar dia.

    Petugas keamanan lainnya, Danru Dasuki, mengatakan saat ini sekitar 20 persen pedagang kaki lima yang direlokasi ke dalam pasar masih bertahan. "Sekitar 80 persennya sudah kembali ke jalan. Karena ya memang di sana lebih ramai. Penertibannya juga sudah enggak ada lagi, jadi ya gitu, balik lagi mereka," kata pria berusia 30 tahun ini. (Baca juga: Ini 3 Program Pembinaan Pedagang Eks Gembrong)

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lain
    Pindah ke Jalan, Jokowi Murka kepada Pedagang Blok G
    Bus Berkarat, Ahok Ungkapkan Dua Kejanggalan

    Panti Asuhan Samuel Diduga Manipulasi Perizinan

    Pemilik Panti Samuel: Pelapor Suka Melawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.