Jokowi Kecewa Kampung Deret Petogogan Molor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di lokasi pembangunan kampung deret di kawasan Petogogan, Jakarta (9/2). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Sejumlah anak bermain di lokasi pembangunan kampung deret di kawasan Petogogan, Jakarta (9/2). TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, memeriksa perkembangan pembangunan Kampung Deret Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keduanya melihat-lihat setiap sudut bangunan yang sedang dikerjakan dari lantai 1 hingga lantai 2.

    "Ini kapan selesainya? Sudah lebih dari sepuluh kali ke sini belum selesai," kata Jokowi di lokasi Kampung Deret Petogogan, Kamis, 27 Februari 2014. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jonathan Pasodung pun segera menjawab singat pertanyaan Jokowi itu. "Segera, Pak." (Baca: Jokowi Datangi Kampung Deret, Seorang Ibu Mengeluh)

    Kampung Deret Petogogan mulai dibangun Oktober 2013. Sebanyak 123 rumah di RW 05, Petogogan, ini direnovasi. Jokowi berharap pembangunan rumah deret ini menjadi contoh untuk wilayah lain (baca: Warga Petogogan Bangga Rumahnya Jadi Percontohan).

    Target Jokowi, pembangunannya selesai akhir Februari 2014. Namun sampai Kamis, 27 Februari 2014, pengerjaannya masih berlangsung. Pembangunan kampung deret itu baru mencapai 50 persen. Menurut Jonathan, pelaksana proyek ini telah menambah tenaga kerja 30 orang. Semula proyek ini dikerjakan 130 pekerja. (baca:Jokowi Akan Bangun 70 Kampung Deret di Tahun Ini)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Jokowi Tanya-tanya Pengurusan IMB
    Soal Sodetan Cisadane Picu Sentimen Negatif Jokowi
    Jokowi Dinilai Keok Hadapi Isu Banjir Jakarta 2014 
    Jokowi dan Risma Diadu oleh PDIP
    'Semeton Jokowi' Dideklarasikan di Tabanan  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.