Dua Bayi Panti Samuel Membaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengacara dari LBH Mawar Sharon mendampingi anak korban penganiayaan dari Panti Asuhan The Samuel's Home untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Seorang pengacara dari LBH Mawar Sharon mendampingi anak korban penganiayaan dari Panti Asuhan The Samuel's Home untuk diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/2). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Tangerang - Setelah empat hari dirawat di Rumah Sakit Bethsaida Gading Serpong, kondisi dua bayi Panti Asuhan Samuel terus membaik. Bahkan, Maria (3 bulan) dan Velisia (1 tahun) sudah diperbolehkan pulang.

    Dua bayi ini langsung dibawa ke rumah anak Komnas Perlindungan Anak, Jakarta. "Bayi ini sudah sehat seperti sediakala dan langsung kami bawa," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait yang menjemput dua bayi itu di RS Bethsaida, Kamis, 27 Februari 2014.

    Arist mengatakan Maria dan Velisia adalah dua bayi yang ditelantarkan oleh pemilik Panti Asuhan Samuel karena sudah sakit dan demam beberapa hari tidak segera ditangani." Ini adalah bagian dari penelantaran," kata dia.

    Kedua bayi itu ditemukan dalam keadaan sakit saat Komnas Perlindungan Anak mengevakuasi 12 anak dari Panti Asuhan Samuel di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Melihat ada bayi yang sakit, Arist langsung membawa kedua bayi itu ke RS Bethsaida yang berjarak sekitar 1 kilometer dari panti itu.

    Panti Asuhan Samuel yang dikelola oleh pasangan suami-istri Samuel Watulinggas dan Yuni Winata kini menjadi sorotan. Anak asuh mereka kabur dari tempat penampungan dan melaporkan ke polisi jika pemilik panti itu telah melakukan penyiksaan, pelecehan seksual, dan eksploitasi anak. Kasus ini kini ditangani Polda Metro Jaya. (Baca: 10 Anak Panti Samuel Bersaksi di Polda)

    Samuel membantah terjadinya penelantaran ataupun kekerasan kepada anak-anak. "Kalau semua ada perbuatan itu, saya siap mempertanggungjawabkan dan saya siap dipenjara," kata dia. (Baca juga: Pemilik Panti Samuel: Pelapor Suka Melawan)

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.