Blusukan, Ahok Kelaparan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagaimana rasanya blusukan bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi? "Lapar aku," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kamis siang, 27 Februari 2014.

    Selepas tengah hari itu, rombongan Gubernur Joko Widodo dan wakilnya, Ahok, singgah di Restoran Bale Bengong, seberang Bandara Halim Perdanakusuma. Mereka mengajak wartawan yang membuntutinya sejak pagi.

    Menurut asisten Ahok yang tak mau disebut namanya, pria asal Belitong itu memang tidak tahan telat makan. "Kalau lapar, Bapak gampang emosi," katanya. 

    Karena itu, sehari-hari Ahok memang kerap membawa persediaan makanan berupa buah pisang dan jeruk. Begitu pula siang itu. "Aku makan terus," ujar Ahok ihwal perjalanan blusukan-nya.

    Bersama Jokowi, Ahok mengunjungi banyak tempat siang itu. Mereka mengunjungi Kali Jodo, Jakarta Barat; Petogogan, Jakarta Selatan; serta Pasar Ciplak dan Pasar Cijantung, Jakarta Timur. (Baca: Ahok: Kampung Deret Petogogan Seperti Townhouse)

    Di pasar-pasar, mereka diserbu masyarakat yang antusias ingin bersalaman. Nila, 38 tahun, misalnya, begitu girang setelah bisa bersalaman dengan orang nomor satu dan dua di Jakarta itu. "Enggak nyangka," kata pembeli Pasar Cijantung ini. (Baca: Resmikan Pasar Ciplak, Jokowi Lihat-lihat Pakaian)

    ATMI PERTIWI

    Terpopuler

    Australia Sodorkan Bukti Biaya Perjalanan MUI
    Di Depan Simpatisan, Risma Jelaskan Sempat Pamitan
    Demokrat Larang Bhatoegana Bicara Agar Tak Gaduh 
    Adang Ruchiatna: Risma Cengeng, Nangis di TV 
    Isu Risma Mundur, Netizen Salahkan PDIP  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.