Pembantu Jenderal Dibawa Calo Terminal Pulogadung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen (purn) Polisi Mangasi Situmorang (memegang mic) saat memberikan keterangan bantahan terhadap dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilaporkan Yuliana, salah satu pembantu di rumahnya, di Rumah Makan Delima Jalan Raya Pakuan, Sabtu (22/2). TEMPO/Sidik Permana

    Brigjen (purn) Polisi Mangasi Situmorang (memegang mic) saat memberikan keterangan bantahan terhadap dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilaporkan Yuliana, salah satu pembantu di rumahnya, di Rumah Makan Delima Jalan Raya Pakuan, Sabtu (22/2). TEMPO/Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor - Pembantu-pembantu di rumah Brigadir Jenderal Purnawirawan Mangisi Situmorang rupanya bersumber dari seorang calo di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Kasus pembantu di rumah jenderal ini menjadi sorotan setelah adanya temuan bahwa mereka disiksa.

    "Saya berkenalan dengan seorang perempuan di Terminal Pulogadung," kata Istiqomah, salah seorang pembantu, kepada Tempo beberapa waktu lalu. Saat itu perempuan asal Desa Sendang Krajan, Ponorogo, ini sedang mencari pekerjaan.

    "Saya dijanjikan gaji Rp 800 ribu per bulan," katanya. Akhirnya dia menerima pekerjaan di rumah jenderal itu sebagai pembantu. Di rumah tersebut, Mutiara, istri jenderal, mengharuskan Istiqomah bekerja apa pun sesuai dengan yang diperintahkan.

    Sejumlah pekerja lain juga menuturkan hal yang sama. Mereka ditawari oleh perempuan bernama Ani di terminal tersebut untuk bekerja di rumah Mutiara. Mereka rata-rata dijanjikan upah Rp 600-800 ribu.

    TIM TEMPO

    Terpopuler
    Ruhut Sitompul: Jokowi Klemar-klemer Kok Nyapres?  ?
    Film Ini Menampilkan Yesus yang Seks
    i
    Indra Sjafri: Fisik Pemain Timnas U-19 Dahsyat
    Pemerintah Ambil Alih Sertifikasi Halal dari MUI 
    Di Balik Kisruh PSSI: Ada Rebutan Bisnis Hak Siar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.