Jika Ahok Gubernur, Gerindra Minta Wakilnya Bukan dari PDIP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    Ahok: Saya Ini Meritokrasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpeluang besar menjadi Gubernur DKI Jakarta jika Joko Widodo maju dan memenangkan pemilihan presiden tahun ini. Timbul pertanyaan siapa yang akan mendampingi Ahok nantinya dalam memimpin Ibu Kota.

    Sebelumnya, Ahok menyatakan ada dua nama yang diincarnya jika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta nanti. Kedua-duanya adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (baca: Jika Ahok Jadi Gubernur Jakarta, Siapa Wakilnya?)

    Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi mengatakan Ahok tidak bisa sekaligus menunjuk dua tokoh incaran yang mendampinginya nanti hanya dari PDIP. Menurut dia, harus ada tokoh Gerindra yang juga diincar Ahok.

    "Karena waktu dulu yang mengusung mereka (Jokowi-Ahok) selain dari PDIP kan ada Gerindra juga," kata Sanusi saat dihubungi Tempo, Senin, 3 Maret 2014. "Jadi tidak bisa hanya dari PDIP, meski memang Jokowi berasal dari PDIP." (baca: Diincar Ahok, Bambang D.H. Ikut Perintah PDIP)

    Sanusi mengatakan Ahok mesti menyerahkan daftar nama calon yang akan mendampinginya nanti dari Gerindra. Meski Ahok merupakan kader Gerindra, penentuan wakilnya nanti tetap ada di Dewan.

    "Restunya tetap di Dewan dengan voting, tapi setidaknya harus ada dua nama dan salah satunya harus ada dari Gerindra," ujar Sanusi. "Untuk siapa yang lebih layak sebelum pengajuan ke DPRD, kami serahkan sepenuhnya ke Ahok."



    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.