Jakarta Laporkan 970 Gratifikasi ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad (kiri) dan Jokowi.TEMPO/Dhemas Reviyanto, Aditya Noviansyah

    Abraham Samad (kiri) dan Jokowi.TEMPO/Dhemas Reviyanto, Aditya Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - DKI Jakarta menjadi provinsi dengan laporan pemberian dan penerimaan gratifikasi terbanyak ketimbang provinsi lain sepanjang 2013. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan Jakarta melaporkan 970 barang gratifikasi sepanjang 2013, termasuk gitar hadiah dari Metallica untuk Gubernur Joko Widodo. (baca: Jokowi-KPK Kerja Sama Antisogok)

    "Kami sangat mengapresiasi laporan-laporan itu dan menyampaikan penghargaan melalui piagam ini," kata Abraham saat penyerahan piagam penghargaan dalam Penandatanganan Komitmen dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 4 Maret 2014.

    Abraham mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkomitmen mencegah budaya gratifikasi melalui lelang jabatan. Ia berujar, banyak orang yang belum mengerti pengertian gratifikasi, sehingga prakteknya dianggap sebagai budaya. "Di Indonesia, uang pelicin dianggap biasa," katanya. (baca: Jokowi Minta KPK Awasi APBD DKI)

    Abraham juga memuji program lelang jabatan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Alasannya, pemberian gratifikasi yang kerap terjadi di lingkungan pemerintahan dapat dihilangkan lantaran pejabat hasil lelang jabatan akan terus diawasi kinerjanya oleh atasannya dan masyarakat.

    Selain itu, menurut dia, indeks persepsi korupsi Indonesia 2013 yang stagnan di peringkat ke-31 menandakan ada ketidakberesan pada pelayanan publik. "Lelang jabatan dapat menurunkan angka ini," ujarnya. (baca: Samad Puji Lelang Jabatan Jokowi)

    Abraham menjelaskan bahwa banyak pejabat yang belum memahami gratifikasi sebagai bentuk korupsi. Menurut dia, gratifikasi adalah pemberian dan penerimaan uang pelicin guna memuluskan suatu urusan yang memiliki arti sangat luas.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, kata dia, pemberian diskon di luar ketentuan juga termasuk gratifikasi. "Saya diberi diskon berlebihan juga termasuk gratifikasi," ujar Abraham. (baca: Ahok: Mafia di DKI Ibarat Jeruk Makan Jeruk)


    LINDA HAIRANI

    Berita Lainnya:
    Keluarga Penyekap di Villa Cibubur Tertutup
    Kata Ruhut Soal Istri Penyekap Pegawai Resto
    Panti Asuhan Samuel Tunda Gugatan
    India Sasaran Bom Tertinggi Ketiga
    Penganiayaan Anak, Pemilik Panti Asuhan Samuel Tersangka
    Penembak Brimob di Poso Diduga Kelompok Daeng Koro


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.