Gedung Pos Fatahillah Pertama Kali Dikonservasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan asing berjalan di depan Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta, (3/9). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah wisatawan asing berjalan di depan Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta, (3/9). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Revitalisasi kawasan Kota Tua segera dilaksanakan. Sebagai langkah awal, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan akan mengkonservasi gedung-gedung di kawasan tersebut.

    "Konsep konservasi ini untuk mengembalikan keutuhan gedung," kata Arie, Selasa, 4 Maret 2014. Konsep ini, menurut dia, bukan hanya berkaitan dengan perbaikan struktur gedung. "Namun yang lebih penting adalah aktivasi terhadap fungsinya."

    Arie menuturkan gedung pertama yang akan dikonservasi ialah Kantor Pos di Taman Fatahillah. Gedung tersebut, kata dia, akan diperbaiki secara fisik dan akan dibuat menjadi art contemporary museum dan visitor information center. "Sekarang sedang mulai," katanya.

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo direncanakan meluncurkan program baru terkait dengan gedung Kantor Pos seusai konservasi pada 13 Maret 2014. Konservasi terhadap gedung-gedung lain akan menyusul dengan kontribusi dari masing-masing pemilik gedung.

    Arie menilai kawasan Kota Tua dapat direstorasi menjadi kawasan seni, budaya, pendidikan, ekonomi, dan industri kreatif. "Diisi oleh museum, galeri, restoran, hotel, dan fasilitas lainnya," katanya.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menandatangani rencana induk kawasan Kota Tua. Rencana tersebut berisi program pengembangan kawasan Kota Tua serta penyambungan kawasan tersebut dengan cagar budaya lain yang ada di Jakarta.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?