Pelatih Judo Cabul Dijebloskan ke Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. azpenalreform.a

    Ilustrasi. azpenalreform.a

    TEMPO.CO, Bogor - Noviandri, 34 tahun, seorang pelatih yang juga mantan atlit beladiri Judo untuk Kontingen Kabupaten Bogor, dibekuk tim Buser Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Kota. Dia dituding mencabuli tiga siswi SMP yang menjadi anak didiknya.

    Ketiga korban tersebut yakni AA, 14 tahun, DA 15 tahun, dan BT 15 tahun kini menalami trauma. Sementara Noviandri langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Bogor Kota.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor Kota Ajun Konisaris Condro Sasongko mengatakan, modus tersangka adalah mengancam ketiga korban tidak akan naik tingkat. "Pelaku juga kerap mengancam para korbantidak akan diikut sertakan dalam kejuaraan jika mereka tidak mau dicabuli dan melaporkan perbuatan beejadnya kepada orang lain," kata Condro, saat ditemui di Kantor Mapolres Bogor Kota, Selasa 4 Maret 2014.

    Noviandri diduga telah berlaku cabul sejak 2012 lalu. Caranya, setiap selesai latihan di ruang ganti pakaian setelah dojo sepi. "Pengakuan salah seorang korban pelaku juga sering mencabuli dia dan dua orang temanya dalam kurun waktu berbeda pada saat korban tengah ganti pakaian, " kata Condro lagi.

    Ia mengatakan, perilaku bejat pelatih judo ini terungkap setelah para korban mengadu kepada orangtuanya masing-masing yang kemudian melapor secara bersamaan ke Polres Bogor Kota. "Kepada penyidik, korban mengaku telah dicabuli sejak Oktober tahun 2012 lalu. Bahkan ada korban yang mengaku terakhir kali dicabuli pada tanggal 2 Februari 2014," kata dia.

    Noviandri, saat ditemui di ruang penyidik, mengaku sayang kepada murid-muridnya. Dia mengaku menyesal. "Saya khilaf, " katanya.

    Menurut dia, dirinya sudah lima tahun menjadi asesten dan melatih judo, setlah dirinya tidak lagi menjadi atlit Judo untuk wilayah Kabupaten Bogor. "Saya pernah jadi atelit Judo untuk Kabupaten Bogor, tapi itu sudah lama. Karena saya cedera dan punya riwayat penyakit jantung, ," kilah dia.

    Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Inspektut Satu Edi Santosa mengatakan, saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan. Sang pelatih dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 22 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

    "Kami masih terus lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya yang belum melapor," kata Edi.

    M SIDIK PERMANA

    Terpopuler

    Calon Hakim Konstitusi Dikuliahi Pakar Tata Negara
    Tak Cukup Restu Mega, Ini Syarat Jokowi Nyapres.. 
    Bagaimana Suami Anggota DPR ini Sekap Pegawai Resto? 
    Pembentukan Grup D Paspampres Dianggap Berlebihan
    Corby: Aku Merasa Seperti Sampah...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.