Jokowi Pertanyakan Iklan di Tiang Monorel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Lady Gaga terpasang di sebuah tiang Monorel di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, Rabu 9 Mei 2012. Meski terjadi penolakan konser Lady bertajuk

    Poster Lady Gaga terpasang di sebuah tiang Monorel di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan, Rabu 9 Mei 2012. Meski terjadi penolakan konser Lady bertajuk "The Born This Way Ball", Promotor Big Daddy Entertainment tetap akan menyelenggarakan konser tersebut pada 3 Mei 2012 di digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mempertanyakan status iklan yang bertengger di tiang-tiang monorel. Ia mengatakan sedang mencaritahu muara duit pemasukan dari iklan-iklan tersebut.

    "Saya baru tahu kemarin. Ini langsung saya tanyakan uang itu lari ke mana. Bayar ndak," katanya di Balai Kota, Selasa 4 Maret 2014. Menurut dia seharusnya setiap iklan menghasilkan pemasukan bagi Ibu Kota. "Pasang iklan di manapun harus bayar."

    Sampai saat ini Jokowi mengaku belum tahu ke mana pajak iklan disetorkan. "Enggak ngerti. Nanti saya tanyakan masuk ke mana."

    Dia mengatakan seharusnya PT Adhi Karya selaku pendiri tiang yang mengelola iklan-iklan tersebut. "Kan pemiliknya PT Adhi Karya," ujarnya.

    Sejumlah tiang monorel, misalnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan kini berubah fungsi. Tiang-tiang yang sedianya menjadi penyangga monorel itu kini dimanfaatkan untuk pemasangan iklan/reklame. Nasib proyek monorel sendiri masih menggantung. Perjanjian kerjasama antara Pemprov dengan PT Jakarta Monorail belum kunjung ditandatangani.

    ATMI PERTIWI

    Berita lain:
    Bagaimana Suami Anggota DPR ini Sekap Pegawai Resto?  
    Suami Anggota DPR Penyekap Pegawai Suka Kemewahan  
    Lagi, Polda Diminta Terbuka Soal Penyekap Pegawai  
    Sekap Pegawai, Suami Anggota DPR Kena Pasal Berlapis 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.