Gratifikasi untuk Jokowi yang Diserahkan ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad (kiri) dan Jokowi.TEMPO/Dhemas Reviyanto, Aditya Noviansyah

    Abraham Samad (kiri) dan Jokowi.TEMPO/Dhemas Reviyanto, Aditya Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK baru saja memberikan penghargaan kepada Pemprov DKI terkait masalah gratifikasi. Penghargaan itu diberikan karena sepanjang tahun 2013 lalu, DKI Jakarta menjadi daerah yang paling banyak menyerahkan barang gratifikasi ke komisi anti-rasuah tersebut.

    Ketua KPK Abraham Samad mengatakan selama 2013 ada 970 laporan barang gratifikasi yang ditujukan ke Pemprov DKI. (baca: Samad Puji Lelang Jabatan Jokowi)

    Berikut beberapa gratifikasi yang diserahkan ke KPK.

    - Kacamata Pemberian Pembalap Jorge Lorenzo
    Pada 17 Januari 2014 lalu, Gubernur Jokowi bersepeda bareng dengan pembalap Moto GP Jorge Lorenzo. Acara sepeda bareng yang disponsori oleh pabrikan Yamaha itu dilakukan dari rumah dinas gubernur di Taman Suropati hingga ke Balai Kota. Pada akhir acara, Jokowi menerima kacamata merek Hawker dari sang juara dunia tersebut.

    Beberapa hari kemudian, Jokowi diketahui menyerahkan kacamata itu kepada KPK. Alasannya, pemberian kacamata itu bisa dikategorikan sebagai gratifikasi karena jabatannya sebagai Gubernur Jakarta. Dia pun mengakui kacamata Juara Dunia 2012 itu sangat bagus dan harganya diperkirakan cukup mahal

    - Gitar Pemberian Grup Music Metallica
    Pada Mei 2013 lalu, Gubernur Jokowi mendapatkan gitar bas. Tak tanggung-tanggung, yang memberikan alat musik itu adalah grup metal dunia, Metallica. Bahkan, bas merk Ibanez itu sudah dibubuhi oleh tanda tangan Robert Trujillo, pembetot bas grup music asal Amerika Serikat tersebut. Jokowi diketahui merupakan penggemar berat Metallica.

    Namun, Jokowi tidak berlama-lama menikmati pemberian dari idolanya tersebut. Beberapa hari setelah menerima bas itu, dia menyerahkannya ke KPK. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.