Ledakan Gudang Amunisi Rusak Gedung Pelindo II

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    Ilustrasi Ledakan. (zcache)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan gedung amunisi milik Komando Pasukan Katak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, menimbulkan kerusakan ke gedung di sekitarnya. Salah satunya adalah gedung Pelindo II di Jalan Pasoso, Tanjung Priok, yang berjarak 1,5 kilometer di barat daya lokasi kejadian. "Angin menggoyang jendela, memecahkan kaca dan merontokkan plafon gedung," ujar Yudho Satrio, karyawan Quality Assurance Pelindo II, ketika dihubungi, Rabu, 5 Maret 2014.

    Dia menuturkan, ledakan terjadi pukul 10.40. Ledakan disertai dentuman yang nyaring disusul gelombang kejut. Asap hitam tebal terlihat membubung dari lokasi kejadian.

    Aktivitas karyawan, katanya, sempat terhenti setelah ledakan itu. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena karyawan bisa menjalankan lagi tugasnya seperti semula. Menurut dia, jaringan Internet dan komunikasi tak terganggu.

    Ledakan terjadi di gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Suara ledakan itu cukup keras hingga terdengar sampai radius 1-3 kilometer. "Diduga dari gudang amunisi Kopaska," ujar salah satu sumber Tempo yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 5 Maret 2014.

    Sumber Tempo mengatakan, ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, belum dipastikan berapa jumlahnya dan bagaimana kondisinya.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok Kapten Arifin membenarkan bahwa ada ledakan muncul dari arah Pondok Dayung. Kejadian itu, kata dia, sempat mengganggu aktivitas di pelabuhan.

    ANTON WILLIAM | ISTMAN MP

    Berita Lainnya:
    Mengapa Suami Anggota DPR Ini Suka Pesan Meja 38
    Suami Anggota DPR itu Rajin ke Dim Sum Resto
    Sekap Pegawai, Suami Anggota DPR ini Dua Kali Bikin Ribut
    Curhat Korban Penyekapan Suami Anggota DPR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.