Jokowi: Jalan Rusak Diperbaiki Siang-Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah lubang yang terdapat du jalan raya yang berada dikawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara, (02/02). Banjir yang menggenangi Jakarta beberapa waktu lalu membuat sejumlah ruas jalan rusak dan kerap menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sebuah lubang yang terdapat du jalan raya yang berada dikawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara, (02/02). Banjir yang menggenangi Jakarta beberapa waktu lalu membuat sejumlah ruas jalan rusak dan kerap menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan proses perbaikan jalan masih terus dilakukan. Menurut dia, 70 persen jalan yang rusak telah diperbaiki.

    "Siang dan malam terus kami kerjakan," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis, 6 Maret 2014. Dia mengatakan jalan-jalan yang dekat dengan air telah dilakukan betonisasi dan yang jauh dari air dilakukan pengaspalan. "Info dari PU, 70 persenan sudah selesai," kata Jokowi.

    Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum DKI per 5 Maret 2014, ada 9.663 titik jalan rusak di seluruh Jakarta yang telah mendapat penanganan, dengan jumlah jalan rusak sebanyak 9.833 titik.(Baca: Jokowi Berjanji Jalan Rusak Akibat Banjir Akan Dibeton)

    Di antara lima wilayah di DKI Jakarta, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jalan rusak yang paling banyak, yaitu sebanyak 3.819 titik. Di antara jumlah titik tersebut, masih ada 59 titik yang belum selesai diperbaiki. Adapun jalan rusak yang belum selesai diperbaiki di wilayah lainnya yaitu Jakarta Pusat sebanyak 12 titik, Jakarta Utara sebanyak 43 titik, Jakarta Barat sebanyak tiga titik, dan Jakarta Selatan sebanyak 53 titik.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Curhat Chris dari Panti Samuel: Ayah Bunda Galak
    Hujan Proyektil Warnai Ledakan Gudang Amunisi
    Kantor Istri Penyekap Pegawai di DPR Terkunci
    Teriaki Sitok Buayawan, Mahasiswa UI Diperiksa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.