Gowes dari Pluit, Ahok Mengeluh Sakit Pantat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengendarai sepeda dari rumahnya di Pluit menuju kantor. TEMPO/Reza Aditya

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengendarai sepeda dari rumahnya di Pluit menuju kantor. TEMPO/Reza Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memilih naik sepeda dari rumahnya di Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, ke Balai Kota, Jumat, 7 Maret 2014. Begitu sampai, Ahok menarik nafas dan mengeluhkan pantatnya yang sakit akibat gowes terlalu kencang. "Capek sih lumayan hari ini. Pantat sakit soalnya dudukan sepedanya agak keras," kata Ahok sambil meringis di Balai Kota.

    Perjalanan Ahok pagi ini dalam rangka One Day No Car ini cukup jauh, sepanjang 15 kilometer. Seluruh waktu perjalanan itu ditempuh hanya 40 menit. (baca: One Day No Car, Ahok Gowes Sepeda dari Pluit)

    "Sebenarnya bisa lebih cepat kalau tadi di Pasar Kaget daerah Kota Tua tidak dicegat dan salaman dulu dengan warga," ujarnya. "Bisa lah setengah jam itu tadi."

    Ahok mengaku niatnya ini sehubungan dengan implementasi Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tentang larangan naik kendaraan pribadi bagi PNS DKI Jakarta. Ahok ditemani dengan lima orang ajudannya serta mobil pamdal, ambulans, dan satu motor Dinas Perhubungan.(Baca: Ahok Akhirnya Gowes dan Naik Busway)

    Mengenakan kemeja berkerah hitam dengan celana katun berwarna cokelat, Ahok tampak bersemangat naik sepeda. "Jadi segar naik sepeda, sudah lama kan tidak naik sepeda," ujarnya.(baca: Ahok Naik Bis, Jokowi Tetap Gowes Sepeda)

    REZA ADITYA

    Berita terkait Ahok
    Ahok Tak Mau Penumpang Monorel Disamakan Busway
    Jadi Cawapres Prabowo atau Jokowi, Apa Pilihan Ahok?
    Prabowo Tak Mau Ahok Ikuti Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.