Gowes ke Balai Kota, Ahok Diancam Istri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengendarai sepeda dari rumahnya di Pluit menuju kantor. TEMPO/Reza Aditya

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) mengendarai sepeda dari rumahnya di Pluit menuju kantor. TEMPO/Reza Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku diancam istrinya, Veronica Tan, saat memutuskan naik sepeda dari kediamannya di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, menuju kantornya di Balai Kota, Jumat, 7 Maret 2014. Ahok menuturkan, istrinya baru tahu keputusannya naik sepeda tadi pagi sewaktu bangun tidur.

    "Pas dia (Veronica) tahu, dia bilang gini, 'Serius lo mau naik sepeda. Awas lo ya kalau ngeluh sakit pantat dan segala macamnya," ujar Ahok menirukan ancaman istrinya. "Ya, saya tertawa saja mendengarnya dan langsung naik sepeda ke sini (Balai Kota)." (Baca: Gowes dari Pluit, Ahok Mengeluh Sakit Pantat)

    Ahok mengklaim keputusannya naik sepeda ini tidak mau diketahui siapa pun, termasuk istrinya. Apalagi, kata Ahok, kalau banyak media tahu dia akan menggowes sepeda dari Pluit ke Balai Kota, maka perjalanannya menjadi terhambat.

    Hari ini, mantan Bupati Belitung Timur itu mengendarai sepeda dari rumahnya ke kantornya di Balai Kota. Perjalanan sepanjang 15 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 40 menit itu dilakukannya sesuai Instruksi Gubernur Nomor 150 Tahun 2013 tentang larangan PNS DKI Jakarta mengendarai kendaraan pribadi pada hari Jumat pekan pertama di awal bulan.

    REZA ADITYA

    Berita Lainnya:
    Gowes dari Pluit, Ahok Mengeluh Sakit Pantat
    Ribuan Surat Bung Karno ke Tokoh Dunia Dilacak
    Habis Nonton Java Jazz, Ade Sara Sempat Pulang
    Gugatan Apple atas Samsung Ditolak Pengadilan AS
    Lima Fakta Autumn Radtke, Mendiang Bos Bitcoin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.