Hafitd, Terduga Pembunuh Ade Sara, Dikenal Pemarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Indah Ramadhani, 19 tahun, menceritakan perilaku Ahmad Imam Al-Hafitd, yang diduga membunuh Ade Sara Angelina Suroto, yang juga mantan kekasihnya. Menurut Indah, ia dan teman-teman satu sekolah di SMA 36 Jakarta Timur mengenal Hafitd sebagai pribadi pemarah.

    "Hafitd sering ngomong kasar dan pemarah orangnya," ujarnya di Ruang Jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Maret 2014. (Baca: Bagaimana Sepasang Kekasih itu Membunuh Ade Sara?)

    Selain itu, Hafitd dikenal pilih-pilih dalam bergaul. "Dia kan orang kaya, anaknya dokter. Jadi, kalau temenan sama orang yang sederajat dengannya," ujar Indah. Walhasil, mantan pacar Ade Sara itu memiliki sedikit teman di sekolahnya.

    Yang dia heran, Assyifa Anggraini ikut terseret dalam kasus pembunuhan Ade Sara. Padahal, kata Indah, Assyifa dikenal baik dan ramah. "Tampangnya cantik dan kalem, tapi kok bisa membunuh Ade Sara," ujarnya. (Baca: Cemburu, Motif Sepasang Kekasih Bunuh Ade Sara)

    Assyifa pun dikenal peduli dan terbuka ke sesama temannya. Meski begitu, untuk masalah percintaan, Assiyfa tertutup. "Dia tidak ngomong soal Hafitd," kata Indah.

    Ia menduga Assyifa cemburu karena kerap dibandingkan dengan Ade. Soalnya, pernah suatu waktu, saat diajak Hafitd ke rumahnya, adik Hafitd malah menanyakan Ade Sarah, bukan Assyifa. (Baca: Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap)

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Lainnya:

    Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap
    Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih
    Teman-teman Ade Sara Angelina Penuhi RSCM
    Polisi Tangkap Dua Terduga Pembunuh Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.