Ibu Ade Sara Sempat Ingatkan Anaknya Soal Hafitd  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    Ade Sara Angelina Suroto. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Elisabeth Diana Dewayani, 40 tahun, ibu dari Ade Sara Angelina Suroto, 19 tahun, mengaku kaget ketiga polisi menetapkan Ahmad Imam Al-Hafitd sebagai tersangka pembunuhan anaknya. "Saya kaget karena tak menyangka Hafitd seperti itu," kata Elisabeth di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat, 7 Maret 2014. (baca: Ibu Ade Sara: Saya Sudah Maafkan Hafitd dan Syifa)

    Menurut Elisabeth, selama berpacaran dengan anaknya, Hafitd terlihat sopan dan baik. Apalagi Hafitd juga terlihat romantis dan perhatian. Namun, semenjak kepergok selingkuh dengan wanita lain, perilaku Hafitd berubah drastis. "Kata anak saya, dia suka marah-marah," katanya. Tak lama mereka pun putus.

    Sejak itu, Elisabeth mengaku sempat mengingatkan anaknya untuk berlaku baik terhadap Hafitd. Namun Ade Sara menolaknya karena mengaku sering dikasari Hafitd. "Hafitd ini suka berkata kasar. Semua nama penghuni kebun binatang keluar. Jadi itu yang membuat anak saya marah." (baca: Pacaran Setahun, Ade Sara Putus karena Hafitd Selingkuh)

    Ia juga membantah tuduhan bahwa anaknya dikenal suka meminta berbagai macam barang ke Hafitd saat masih pacaran. "Dia pernah cerita ke saya, mau dibeliin handphone oleh Hafitd, tapi tidak mau. Jika mau jalan sama Hafitd, anak saya masih minta uang, kok," ujarnya.

    Elisabeth mengakui Hafitd sangat royal karena keluarganya kaya. “Tapi bukan berarti anak saya jadi matre karena hal itu," ucapnya.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita terkait
    Cemburu, Motif Sepasang Kekasih Bunuh Ade Sara
    Terduga Pembunuh Ditangkap Saat Melayat Ade Sara
    Bagaimana Sepasang Kekasih itu Membunuh Ade Sara?  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa