Senin, 19 Februari 2018

Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 7 Maret 2014 19:23 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati

    Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bekasi -  Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun dan kekasihnya Assyifa Rahmadhani, 18 tahun tak banyak bicara saat dihadapkan kepada wartawan. Mereka berdua hanya mengungkapkan motif pembunuhan itu karena sakit hati.

    "Sakit hati," kata Assyifa singkat kepada wartawan di Kantor Kepolisian Resor Bekasi Kota. Begitu juga dengan kekasihnya, Hafitd, dia mengakui membunuh mantan kekasihnya, Ade Sara dengan cara disetrum, disumpal mulutnya dan dicekik. "Saya minta maaf," kata Hafitd dengan memakai baju tahanan dan menutup wajahnya.(baca: Disumpal Kertas, Ade Sara Juga Dipukul dan Disetrum)

    Bustami, kuasa hukum tersangka Hafitd mengatakan, pihak keluarga mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada kepolisian. Keluarga mengaku meminta maaf kepada keluarga korban. (Baca : Jenazah Ade Sara Sempat Disimpan di Mobil)

    "Tadi orang tua sudah menyerahkan kuasa kepada saya. Intinya keluarga sudah meminta maaf," kata Bustomi kepada Tempo. Lebih lanjut kata dia, pihak keluarga Hafitd meminta kepada Hafitd untuk bersabar dan rajin beribadah.

    Sedangkan, keluarga Assyifa, kata dia, sejauh ini belum tampak menjenguk. Namun demikian, dia mengaku siap mendampingi kedua tersangka tersebut sampai proses hukum selesai. "Saya akan mendampingi sampai proses hukum selesai, mulai dari penyidikan, hingga ke pengadilan," kata dia.

    ADI WARSONO

    Berita Terpopuler
    Diduga Bunuh Ade Sara, Pasangan Ini Bercuit Sebelum Ditangkap
    Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan
    Terduga Pembunuh Ade Sara Sepasang Kekasih 
    Teman-teman Ade Sara Angelina Penuhi RSCM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.