Jokowi: Rusun Daan Mogot untuk Warga Direlokasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalami warga usai  meresmikan Jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang di kawasan Karet, Jakarta, Senin (30/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyalami warga usai meresmikan Jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang di kawasan Karet, Jakarta, Senin (30/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mentargetkan Rusun Daan Mogot Jakarta Barat dapat mulai digunakan pertengahan 2014. "Pertengahan tahun bisa mulai dipindah," kata dia di lokasi pembangunan Jumat 7 Maret 2014. (Baca: Jokowi Tinjau Rusun Daan Mogot)

    Menurut Jokowi, delapan blok rusun yang masih dalam proses ini untuk warga relokasi dari Waduk Pluit. "Prioritas untuk warga Waduk Pluit," kata dia. Selain itu, rusun ini pun disediakan bagi warga pinggiran Kali Mookevart dan Kali Grogol. "Pokoknya pinggir kali mau dibuat jalan inspeksi dan jalur hijau semua."

    Rusun Daan Mogot berdiri di atas lahan seluas 18 hektar milik Pemprov DKI. Rencananya, sampai pertengahan tahun ini akan dibangun delapan blok yang dapat menampung 800 KK. Setelah delapan blok tersebut selesai dibangun, menurut Jokowi, akan kembali dibangun delapan blok sampai akhir tahun. "Nanti sampai akhir tahun ini ada 16 blok," kata Jokowi.

    Dia pun mentargetkan rusun Muara Baru Jakarta Utara pun dapat segera selesai pertengahan tahun ini. "Kalau semua rusun siap, relokasi bisa segera dilakukan," kata dia. (Baca juga:Jokowi: Rusun Marunda Sempat Mangkrak 7 Tahun)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Siapa Pejabat yang Dilarang Jadi Juru Kampanye?
    Ibu Ade Sara : Saya Sudah Maafkan Hafitd dan Syifa
    Meski Ditentang, Unair Tetap Buka di Banyuwangi
    Crimea Menyatakan Bergabung ke Rusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.