Hafitd Sebar Barang Ade Sara di Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade  Sara. Twitter.com

    Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade Sara. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Sejoli tersangka pembunuh Ade Sara Angelina Suroto membuang barang milik korban di ruas jalan tol. Cara Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assyifa Ramadhani ini bertujuan menghilangkan jejak.

    "Barang milik Ade Sara berupa dompet dan telepon seluler dibuang di jalan tol," kata juru bicara Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, saat ditemui, Jumat, 7 Maret 2014. Siswo mengatakan tak ada barang milik korban yang diambil.

    Ihwal barang yang dibuang tersangka, penyidik sudah mencari barang bukti itu tapi tak ditemukan. Sejauh ini penyidik menyita sebuah mobil KIA Visto B-8328-JO dan alat setrum berkapasitas 330 volt. Alat setrum itu yang digunakan untuk menganiaya korban di dalam mobil sepanjang perjalanan di Jakarta Selatan. (Baca: Diduga, Ade Sara Dibunuh dalam Perjalanan)

    "Sepasang sepatu, sisa tisu atau koran, dan kartu identitas korban," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Bekasi Kota Komisaris Nuredy Irwansyah. (Baca: Jenazah Ade Sara Sempat Disimpan di Mobil)

    Sebelumnya sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di pinggir ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Kilometer 49 arah Cikunir, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu pagi, 5 Maret 2014. "Ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh petugas derek jalan tol," katanya.

    Berdasarkan hasil identifikasi petugas, tak ditemukan bekas luka yang terbuka di tubuh korban. Namun, kata dia, terdapat bekas lebam di paha dan tangan. "Wajah dalam keadaan membengkak dan membiru tidak bisa dikenali."

    ADI WARSONO

    Terpopuler
    Wawancara Blak-blakan Danang Penembak Kucing
    KPK Sita Rumah Anas di Duren Sawit dan Tanah di Yogya
    Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.