Polisi Diminta Tes Psikologis Pembunuh Ade Sara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

    Ahmad Imam Al-Hafitd dan Assyifah Anggraini. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog Dadang Hawari menyarankan kepolisian melakukan tes psikologis terhadap pembunuh Ade Sara Angelina Suroto, yaitu mantan pacarnya, Ahmad Imam Al Hafitd Aso, dan pacar pelaku, Assyifa Ramadhani. Sebab, menurut dia, kasus ini bukan soal percintaan biasa.

    Dia menilai pembunuhan ini tidak rasional. "Kelihatannya percintaan biasa dari luar, tapi belum tentu. Percintaan biasa tidak akibatkan pembunuhan," katanya ketika dihubungi, Sabtu, 8 Maret 2014. Apalagi Hafitd sudah punya pacar baru, Assyifa. "Sudah ada gantinya, kok, malah membunuh," katanya.

    Dadang menduga ada dua penyebab pembunuhan. Pertama karena faktor emosi pelaku. Orang yang putus cinta tidak membunuh orang yang dicintainya. "Kalau dibunuh kan berarti dia kehilangan sama sekali. (Pembunuhan) ini bisa karena emosi," kata Dadang.

    Kemungkinan kedua, pelaku dalam pengaruh narkoba. Dadang menyebutkan penting menelusuri riwayat pelaku apakah memakai narkoba atau tidak. Sebab narkoba menimbulkan efek paranoid, curiga berlebihan, permusuhan, dan emosi meluap-luap. "Meski mungkin tes urine negatif, siapa tahu di masa lalu mengkonsumsi narkoba. Apalagi anak muda," katanya. (Baca: Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara)

    Meski Dadang menyarankan pemeriksaan psikologis, bukan berarti kedua pelaku bisa bebas dari jerat hukum.  Tes psikologis ini tidak berarti menyebut pelaku sakit jiwa, melainkan untuk mengetahui motif mereka sebenarnya.

    Seperti diberitakan, Ade Sara ditemukan tewas Rabu pagi, 5 Maret 2014, di bawah jembatan ruas Jalan Tol Bintara Km 41, Bekasi. Awalnya Ade Sara bertemu dengan Assyifa di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Dia lalu dibawa ke mobil dan bertemu Hafitd yang sudah menunggu mereka.

    Di dalam mobil, pasangan tersebut menganiaya Ade Sara dengan memukul dan menggunakan alat kejut listrik. Mulut Ade Sara juga disumpal dengan kertas sampai masuk ke tenggorokannya hingga menyebabkan kematian. Jenazah Ade Sara sempat disimpan di mobil sebelum dibuang di jalan.

    ATMI PERTIWI

    Berita Terpopuler
    Cemburu, Motif Sepasang Kekasih Bunuh Ade Sara 
    Terduga Pembunuh Ditangkap Saat Melayat Ade Sara 
    Hafitd, Terduga Pembunuh Ade Sara, Dikenal Pemarah
    Rencana Membunuh Ade Sara Dirancang Sepekan lalu 
    Ibu Ade Sara : Saya Sudah Maafkan Hafitd dan Syifa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.