Perda Larangan Parkir Tak Bergigi di Glodok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Parkir. radiopatria.net

    Parkir. radiopatria.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Parkir liar masih ditemukan di berbagai kawasan di Ibu Kota. Rahmat, 38 tahun, mengatakan pengendara sepeda motor memilih memarkirkan kendaraannya di depan toko tujuannya. Alasannya, parkir di dalam gedung menyita waktu dan dianggap tidak efisien. "Pembeli kan maunya cepat. Kalau masuk gedung kan harus antre," kata Rahmat, juru parkir di Pasar HWI Lindeteves Glodok, Jakarta Barat, Sabtu, 8 Maret 2014.

    Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Larangan Parkir di Bahu Jalan belum berjalan maksimal. Berdasarkan pantauan Tempo, deretan sepeda motor masih terparkir di sepanjang Jalan Hayam Wuruk. Tak hanya sepeda motor, mobil juga diparkir sembarangan dan memakan bahu jalan sekitar 3 meter.

    Rahmat mengaku tak mengetahui penyebab kendaraan masih diparkir di bahu jalan. Menurut dia, hal tersebut merupakan kesepakatan tak tertulis antara pengendara, juru parkir, dan pedagang. Pedagang menginginkan proses bongkar-muat barangnya berlangsung cepat sedangkan calon pembeli tak mau mengorbankan waktu untuk mengantre untuk parkir. "Karena ada yang membutuhkan, jadi saya tetap mengatur parkir di sini," kata dia.

    Jarak yang jauh juga menjadi alasan Hendra Raditya, 35 tahun, untuk tak memarkirkan sepeda motornya di dalam gedung Pasar Glodok. Ia berujar, parkir di depan toko lebih praktis ketimbang harus masuk ke dalam gedung. "Kalau masuk ke gedung, jadinya jauh sekali," kata dia.

    Keadaan ini masih berlangsung hingga 200 meter mendekati jembatan penghubung Pasar Glodok. Di daerah ini, sepeda motor justru diparkir di trotoar. Seorang petugas parkir yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya merupakan petugas resmi yang mengatur kawasan trotoar itu. Menurut dia, pasar tak dapat menampung jumlah sepeda motor yang singgah di Pasar Glodok setiap harinya.

    Selain itu, menurut dia,  razia Pemerintah Kota Jakarta Barat yang dilakukan pada 2013 lalu sempat membuat parkir di kawasan ini rapi. "Tahun lalu daerah ini sempat rapi, tapi mau bagaimana lagi? Tempat parkirnya jauh," ujar dia.

    LINDA HAIRANI

    Terpopuler:

    Ibu Ade Sara Sempat Ingatkan Anaknya Soal Hafitd
    Tersangka Pembunuh Ade Sara : Saya Sakit Hati
    Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.