Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat gelar perkara kasus pembunuhan Ade Sara di Polres Bekasi, Jawa Barat, (7/3). ANTARA/Hafidz Mubarak

    Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat gelar perkara kasus pembunuhan Ade Sara di Polres Bekasi, Jawa Barat, (7/3). ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO , Bekasi - Bustami, kuasa hukum Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assifa Ramadhani, 18 tahun, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Ade Sara, mengaku bingung dengan perilaku kliennya.

    Alasannya, dua remaja itu sempat tertawa saat dimintai keterangan penyidik. "Saya juga bingung, kok, bisa masih tertawa saat diperiksa," kata Bustami, Sabtu, 8 Maret 2014. Menurut dia, saat melakukan aksi penganiaayaan itu, keduanya dalam keadaan sadar. Karena itu, dia meminta penyidik mendatangkan psikolog.

    Menanggapi permintaan itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota Komisaris Nuredy Irwansyah mengatakan penyidik membuka peluang untuk mendatangkan psikolog. "Namun, kebutuhan itu masih menunggu hasil perkembangan penyidikan kedua tersangka," ujarnya. "Apabila dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan psikologi."

    Psikolog Dadang Hawari menduga ada dua penyebab pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, mahasiswi Universitas Bunda Mulia oleh mantan pacarnya, Hafitd  dan pacar pelaku, Assifa Ramadhani. "Bisa karena faktor emosi atau dalam pengaruh narkoba," ujarnya.

    Faktor emosi disimpulkan karena pembunuhan ini dianggapnya tidak rasional. Umumnya orang yang putus cinta tidak sampai membunuh orang yang dicintainya. "Kalau dibunuh kan berarti dia kehilangan sama sekali. (Pembunuhan) ini bisa karena emosi," katanya.

    Kemungkinan kedua, pelaku dalam pengaruh narkoba. Dadang menyebut penting menelusuri riwayat pelaku memakai narkoba karena menimbulkan efek paranoid, curiga berlebihan, permusuhan, dan emosi meluap-luap. "Meskipun mungkin tes urin negatif, siapa tahu di masa lalu mengkonsumsi narkoba. Apalagi anak muda," ujarnya. 

    ADI WARSONO | ATMI PERTIWI

    Berita terkait:
    Cemburu, Motif Sepasang Kekasih Bunuh Ade Sara
    Terduga Pembunuh Ditangkap Saat Melayat Ade Sara
    Hafitd, Terduga Pembunuh Ade Sara, Dikenal Pemarah
    Rencana Membunuh Ade Sara Dirancang Sepekan lalu
    Ibu Ade Sara : Saya Sudah Maafkan Hafitd dan Syifa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.