Ahok Ancam Miskinkan Pegawai yang Jual-Beli Rusun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sat Pol PP membantu mengangkat barang saat relokasi warga Kebon Kosong Kemayoran di Rusun Komarudin, Jakarta, (9/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas Sat Pol PP membantu mengangkat barang saat relokasi warga Kebon Kosong Kemayoran di Rusun Komarudin, Jakarta, (9/2). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta para pegawai negeri sipil DKI yang terlibat jual-beli dan persewaan rumah susun untuk mundur. Jika mereka tidak mundur, Ahok mengancam akan memiskinkan PNS tersebut melalui KPK.

    "Saya minta untuk mundur atau saya miskinkan lewat KPK," kata Ahok di Taman Semanggi, Ahad, 9 Maret 2014. Pasalnya, menurut dia, orang-orang semacam itu telah melakukan pencurian. "Mereka malingnya sudah keterlaluan."

    Menurut Ahok, saat ini pemerintah DKI sedang mendata rumah susun di Jakarta terkait dengan praktek jual-beli rusun.

    "Jual-belinya gila-gilaan, (uang) sewa tidak masuk kas malah masuk oknum," katanya. Menurut dia, hukuman berupa penurunan jabatan saja tidak cukup. "Pecat saja PNS yang curi-curi itu," katanya.

    Untuk itu, Ahok meminta masyarakat yang mendapatkan unit rusun dari oknum PNS dapat melaporkan orang tersebut ke pihak berwajib.

    "Mereka kan hilang duit, biar dia tuntut, sekalian tuntut oknum PNS-nya," katanya. Dengan begitu, menurut Ahok, pemerintah DKI punya alasan untuk melakukan pemecatan.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.