Sejoli Bersaing Siksa Ade Sara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat gelar perkara kasus pembunuhan Ade Sara di Polres Bekasi, Jawa Barat, (7/3). ANTARA/Hafidz Mubarak

    Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat gelar perkara kasus pembunuhan Ade Sara di Polres Bekasi, Jawa Barat, (7/3). ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Bandung - Kriminolog dari Bandung, Yesmil Anwar, menduga sejoli yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, 19 tahun, dalam keadaan waras. Ini setidaknya terbukti dari adanya perencanaan dan kerja sama dalam menyakiti korban.

    “Kalau hanya seorang ada kemungkinan sakit jiwa. Ini keduanya, saling berkompetisi untuk menyiksa korban," ujar Yesmil saat menyampaikan analisisnya kepada Tempo, Ahad, 9 Maret 2014.

    Karena itu, Yesmil meminta polisi bisa mengungkap penyiksaan apa saja yang terjadi terhadap Ade Sara. Dari mulai penyekapan hingga akhirnya meninggal dan mayatnya dibuang ke jalan tol. "Itu sadis dan ada motif di belakangnya. Soal tersangka cemburu dan merasa dicuekin, itu jadi trigger saja untuk menyakiti korban," ujarnya. (baca: Polisi: Tersangka Pembunuh Ade Sara Normal)

    Yesmil mengingatkan bahwa sejoli yang menjadi tersangka ini bisa memakai trik seperti orang gila demi keringanan hukuman. Cara serupa seperti lupa dan sakit biasa dipakai terdakwa kasus lain agar lolos dari jeratan hukum. "Namun itu bisa diuji dengan berbagai cara," ujarnya.

    Trik pura-pura gila itu bisa dipatahkan dengan hasil pemeriksaan forensik korban, bukti-bukti kasus, alat penguji kebohongan, dan pemeriksaan psikolog. "Juga bisa ditelusuri dari riwayat sehat-tidaknya seseorang sebelumnya," kata dosen Fakultas Hukum Unpad itu. Dalam persidangan nanti, rekomendasi saksi ahli dan keyakinan hakim juga akan menentukan waras-tidaknya terdakwa.

    Sebelumnya diberitakan bahwa kuasa hukum Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assyifa Ramadhani, 18 tahun, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Ade Sara, Bustami, mengaku bingung dengan perilaku kliennya. Kedua remaja itu disebutkan sempat tertawa saat dimintai keterangan penyidik. "Saya juga bingung, kok, bisa masih tertawa saat diperiksa," kata Bustami, Sabtu, 8 Maret 2014. (baca: Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung)

    Menurut dia, saat melakukan aksi penganiayaan itu, keduanya dalam keadaan sadar. Karena itu, dia meminta penyidik mendatangkan psikolog.

    ANWAR SISWADI


    Berita Terpopuler
    Cemburu, Motif Sepasang Kekasih Bunuh Ade Sara 
    Terduga Pembunuh Ditangkap Saat Melayat Ade Sara 
    Hafitd, Terduga Pembunuh Ade Sara, Dikenal Pemarah
    Rencana Membunuh Ade Sara Dirancang Sepekan lalu 
    Ibu Ade Sara : Saya Sudah Maafkan Hafitd dan Syifa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.