Iklan Sedot WC Bikin Jokowi Murka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakqrta Joko Widodo usai mengikuti istighosah dalam rangka haul ke 43 tahun Perguruan Tinggi Ilmu Quran di Monas, Jakarta, (09/03). Dalam sambutanya Jokowi mengajak warga untuk terus berdoa dan berzikir agar Indonesia mendapat pemimpin yang baik. TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Jakqrta Joko Widodo usai mengikuti istighosah dalam rangka haul ke 43 tahun Perguruan Tinggi Ilmu Quran di Monas, Jakarta, (09/03). Dalam sambutanya Jokowi mengajak warga untuk terus berdoa dan berzikir agar Indonesia mendapat pemimpin yang baik. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo murka melihat banyaknya iklan sedot WC yang ditempel di halte-halte Ibu Kota. Dia mengatakan akan melarang pihak mana pun  memasang iklan sedot WC serta promosi antena televisi di beberapa halte. Juga di beberapa tempat keramaian lainnya.

    "Mulai tahun ini saya larang, bikin kotor saja," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo, saat memberi pengarahan kepada satuan kerja perangkat daerah di Balai Kota, Senin, 10 Maret 2014. "Kan di situ ada nomor telponnya, hubungi saja dan larang mereka."

    Jokowi juga memperlihatkan selebaran iklan sedot WC dan promosi antena yang biasa ditempel di beberapa titik keramaian pada slide foto di layar belakangnya. Kemudian dia meminta aparat Satpol PP untuk menertibkan iklan sedot WC dan mengecat ulang beberapa lokasi di Jakarta.

    Selain itu, Jokowi melarang pemasangan iklan di sisi fly-over yang bersinggungan dengan perempatan jalan. Menurut dia, hal itu membuat kotor, apalagi bagian rangka dari iklan tersebut dipenuhi plastik dan bahan baliho.

    "Memang benar itu mendatangkan income buat Pemprov DKI," ujar dia. "Tapi buat saya estetika tetap nomor satu. Jadikan Jakarta ini ada penghuninya, ada yang memanajemen."

    REZA ADITYA

    Berita Terpopuler:
    5 Akal Bulus Sejoli Pembunuh Ade Sara
    Potongan Bodi Malaysia Airlines Ditemukan 
    Sejoli Bersaing Siksa Ade Sara



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.