Di Tahanan, Pembunuh Ade Sara Rajin Salat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade  Sara. Twitter.com

    Akun Twitter Ahmad Imam Al-Hafitd tersangka pembunuh Ade Sara. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Para tersangka pembunuh Ade Sara Angelina Suroto kini mendekam di tahanan yang berbeda. Tersangka Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, ditahan di kantor Polresta Bekasi Kota. Adapun tersangka Assyifa Rahmadhani, 18 tahun, yang merupakan kekasih Hafitd ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

    Juru Bicara Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo mengatakan pemeriksaan terhadap kedua tersangka sudah selesai. Selama ditahan, Hafitd tampak bersikap seperti tahanan lainnya. "Dia berada satu sel bersama tahanan kriminal umum lainnya," kata Siswo, Senin 10 Maret 2014.

    Di ruang tahanan itu, Hafitd satu sel dengan tiga tahanan lainnya. "Kondisinya sehat, makan seperti biasa," kata Siswo. Selain itu, Hafitd juga rajin melakukan ibadah salat. (Baca: Tersangka Pembunuh Ade Sara Tertawa Saat Diperiksa, Pengacara Bingung)

    Ade Sara Angelina dibunuh secara keji oleh pasangan kekasih Ahmad Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assifa Ramadhani, 18 tahun. Korban dianiaya dengan cara distrum, cekik, dan disumpal mulutnya menggunakan kertas dan tisu. Jasadnya lalu dibuang di dalam tol JORR KM 49, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

    ADI WARSONO

    Topik terhangat:

    Ade Sara
    | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Berita terkait:
    5 Akal Bulus Sejoli Pembunuh Ade Sara

    Ayah Ade Sara Ingin Hafitd dan Assyifa Dihukum
    Dua Sejoli Bersaing Siksa Ade Sara
    Bawakan Aki, 2 Teman Hafitd Bakal Jadi Tersangka?
    Ayah Ade Sara Ingin Orang Tua Hafitd dan Assyifa Minta Maaf
    Sejoli Bunuh Ade Sara Demi Efek Jera?
    Dua Sejoli Pembunuh Ade Sara Psikopat



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.