Satpol PP Dikerahkan Demi Pamflet Sedot WC

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membawa barang dagangan saat menertibkan Pedagang Kaki Lima di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membawa barang dagangan saat menertibkan Pedagang Kaki Lima di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (11/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO , Jakarta:Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso, hari ini, Selasa, 11 Maret 2014, mengerahkan seluruh anggotanya untuk menjalankan perintah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengenai peneriban pamflet liar, seperti Sedot WC dan promosi antene televisi, serta pengemis serta pedagang kaki lima yang masih bandel. "Besok kami akan sikat semuanya," kata Kukuh saat dihubungi Tempo, Senin,10 Maret 2014.

    Kukuh mengatakan, mulai hari ini, dia akan mengerahkan seluruh jajaran kepala seksi Satpol PP di lima wilayah untuk menertibkan pamflet dan baliho liar yang terpampang di beberapa titik keramaian. "Bahkan yang di Kepulauan Seribu juga barusan sudab saya kontak dan siap menertibkan besok," ujarnya.

    Namun, Kukuh mengklaim untuk penertiban spanduk partai politik, pihaknya tidak punya kewenangan. Karena menurut dia, kewenangan penertiban atribut parpol sudah masuk ranah Badan Pengawas Pemilu.

    "Kami juga akan menertibkan pengemis yang ada di jembatan penyebrangan," kata Kukuh. "Pokonya semua akan dibereskan, baik itu yang terpantau oleh Gubernur maupun tidak."

    Tak hanya menertibkan, Kukuh juga mengklaim akan membersihkan dengan membawa seperangkat peralatan bangunan, seperti semen dan cat putih untuk menata halte dan beberapa tembok supaya kembali terlihat bagus. Kedepannya, kata Kukuh, program ini tidak hanya berhenti saat ada instruksi dari gubernur saja, namun dia berjanji akan terus memantau secara berkesinambungan demi terciptanya Jakarta yang indah.

    "Pokoknya kita semua akan kerahkan seluruh tim untuk melakukan apa yang dikatakan Pak Gubernur," klaim Kukuh.

    REZA ADITYA



    Topik terhangat:

    Ade Sara | Malaysia Airlines | Kasus Century | Jokowi | Anas Urbaningrum

    Terpopuler
    Curhat SBY: Koalisi Kadang Makan Hati
    Terungkap, 'Penumpang Gelap' Malaysia Airlines
    Polisi Belum Minta Keterangan Orang Tua Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.