Jokowi Groundbreaking Stadion BMW Pekan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggunakan alat saat mengukur lahan di Taman BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) di Sunter, Jakarta Utara, (05/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menggunakan alat saat mengukur lahan di Taman BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) di Sunter, Jakarta Utara, (05/12). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta: Pembangunan stadion di lahan Taman BMW (Bersih, Manusiawi, Wibawa), Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai dikerjakan. Rencananya, pembangunan stadion bertaraf internasional itu mulai dibangun pekan depan.

    "Pak Jokowi (Gubernur) mintanya secepatnya. Saya ajukan ke Gubernur kalau bisa untuk peletakan tiang pancangnya (groundbreaking) minggu depan," ucap Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono, Selasa, 11 Maret 2014.

    Pembangunan stadion seluas 26,5 hektare itu telah dicanangkan sejak 2007. Namun, pembangunan sempat mangkrak karena permasalahan sertifikat lahan yang belum keluar. Selain itu, banyak warga yang tinggal di sekitar taman saling mengklaim lahan itu.

    Heru mengatakan, urusan sertifikat lahan hampir rampung semuanya. Dari 26,5 hektare lahan yang diperlukan untuk membangun stadion, 12 hektare akan bersertifikat. "Minggu depan sertifikatnya keluar. Berbarengan dengan sertifikat keluar, akan dilakukan groundbreaking."

    Menurut Heru, ada atau tidak adanya anggaran, pemasangan tiang pancang tetap dilakukan. "Kalau perlu pakai uang saya dahulu," ujar dia. Pembangunan sendiri dilanjutkan setelah anggaran keluar. "Yang penting pasang tiang pancang dulu."

    Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Rationo, menginginkan groundbreaking dilakukan setelah anggaran keluar, sehingga groundbreaking dilakukan tidak saja secara seremonial.

    Ia menyatakan, pihaknya masih menunggu bukti fisik sertifikat lahan pembangunan Stadion BMW. Jika sudah ada, anggaran segera diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Kalau mengajukan anggaran tanpa bukti sertifikat kan tidak kuat," ujar Rationo.

    Dari total anggaran sebesar Rp 1,2 triliun, ia melanjutkan, untuk tahap pertama pihaknya mengajukan Rp 560 miliar ke DPRD. "Kalau dipenuhi berapa pun kami menerimanya dan siap melakukan pembangunan," ucapnya.


    ERWAN HERMAWAN
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.